Pospapua.com
Polisi tengah menggeledah sebuah ruko pasca penangkapan terduga teroris di Perumahan Grand Doyo Sentani, Jayapura, Kamis (5/12).
Headline Nusantara

Terduga Teroris Berjualan Es Keliling di Jayapura

Oleh: Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura- Tim Gegana Polda Papua menangkap terduga teroris di sebuah rumah sewa kawasan Perumahan Grand Doyo Sentani, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (5/12).

Penangkapan ini sempat membuat geger warga Perumahan Grand Doyo Sentani, termasuk Ketua RT setempat Andy Trikora. Banyak warga yang tak menyangka jika tetangganya diduga terlibat jaringan teroris.

Menurut penuturan Ketua RT, Andy Trikora, pria yang menempati rumah sewa terduga teroris berinisial KW.  Kesehariannya, kata Andy, penghuni rumah berjualan es kacang merah dan es ketan hitam keliling.

“Pak De itu tidak pernah bergaul. Tidak pernah keluar (rumah). Kemarin ada dua keluarga di rumah itu, sekarang tinggal dia sendiri,” kata Andy.

Andy mengaku belum pernah menerima pelaporan penghuni rumah meskipun sudah setahun tinggal di perumahan tersebut. “Kalau ada apa-apa (kegiatan warga), kami ke sana, tapi rumahnya tidak pernah terbuka,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP  Victor Dean Mackbon kepada wartawan, Kamis malam mengatakan, penggeledahan dilakukan Tim Gegana Polda Papua. Sementara Polres Jayapura hanya membantu mengamankan lokasi.

Penggeledahan diawali di rumah yang disewa terduga teroris di Jalur 9 Blok A, Perumahan Grand Doyo. Kemudian dilanjutkan pada ruko di samping SPBU Doyo Baru hingga lokasi terakhir disekitar pinggiran Jalan Raya Sentani-Doyo Baru, tepatnya depan gerbang masuk perumahan tempat tinggal terduga teroris.

Sayangnya belum diketahui berapa orang yang ditangkap maupun jaringa kelompok terduga teroris, termasuk barang bukti yang ditemukan pada tiga lokasi tersebut. Victor mengklaim barang bukti atau hasil penyelidikan kewenangan Densus 88 Mabes Polri.

“Barang bukti atau hasil penyidikan itu semuanya sama tim Densus Mabes (Polri). Untuk yang diamankan kami belum bisa memberikan informasi terkait inisial atau berapa orang, tapi yang kami lakukan adalah kewajiban kami mengamankan TKP. Terduga dari mana kami belum tahu juga. Untuk barang bukti yang diamankan kami juga tidak tahu, tetapi ada barang bukti yang diamankan di tiga lokasi tersebut,” kata Victor.

Demikian juga soal penanganan proses hukum terduga teroris itu, Victor menyebut merupakan ranah Mabes Polri. “Densus 88 memiliki tugas dan kewajiban melaksanakan penyelidikan dan penyidikan,” katanya lagi.

Soal bunyi ledakan terdengar saat Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana melakukan penggeledahan di TKP? Menuturut Victor, jika peledakan itu adalah bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) Tim Jibom.

“Itu bagian dari SOP yang namanya diskapter. Apakah barang bukti yang ditemukan di TKP ketiga merupakan bahan peledak atau bukan akan diketahui dari hasil Labfor (laboratorium forensik),” terangnya. (Asi)

Baca Juga:

Naik 8 Persen, UMK Jayapura Rp. 3,3 Juta

Nethy Dharma Somba

KPU Papua Gelar Simulasi Pemungutan Suara

Nethy Dharma Somba

210 Polisi Siaga Amankan Kapolri dan Panglima TNI di Jayapura

Syaiful

Leave a Comment