Pospapua.com
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi serangan siber. (Foto: Istimewa)
Hukum & Kriminal

Pascarusuh, Polisi Pantau Ribuan Akun Provokatif Soal Papua

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Papua telah memantau ribuan akun provokatif yang mengangkat isu Papua di sosial media, pascakerusuhan Jayapura maupun Wamena, September lalu.

Kasubdit V Siber Direktorat Reskrim Khusus Polda Papua, Kompol Cahyo Sukarnito kepada Pospapua.com, Jumat (11/10) menuturkan, jumlah akun provokatif yang terpantau di dunia maya terus mengalami peningkatan pascakerusuhan Jayapura.

“Jumlah akun provokatif sangat banyak, bisa ribuan dengan isu yang diangkat adalah Papua. Kami tidak bisa pastikan apakah pembuat akun ini ada di Papua atau luar Papua,” kata Cahyo Sukarnito menjelaskan.

Cahyo menyebut, puluhan akun anonim atau tanpa nama telah ditake down setiap harinya oleh jajaran Polda Papua. “Dari data kami ada puluhan akun anonim setiap harinya dan pasti kami take down. Jumlah akun anonim ini belum dari pantauan Polres jajaran yang ikut memantau media sosial,”  ujar Cahyo.

Menurut Cahyo, sekitar 50an akun anonim penyebar konten provokatif menyangkut Papua telah ditindak sepanjang tahun 2019. Namun dari puluhan pemilik akun yang ditindak tidak semuanya diproses hukum karena telah meminta maaf.

“Penindakan tetap kami lakukan, namun tidak semuanya kita proses hukum karena ada permintaan maaf,” katanya.

Polda Papua akan terus meningkatkan patroli di dunia maya untuk mencegah penyebaran hoaks. Bahkan, seluruh personel kepolisian di Papua diwajibkan memantau akun-akun di media sosial.

”Perintah pimpinan semua anggota Polri melaksanakan patroli di dunia maya. Nah, jika ditemukan akun provokatif akan ditindaklanjuti oleh Subdit Siber Direktorat Reskrim Khusus Polda,” tutur Cahyo.

Sebelumnya diberitakan, Tim Subdit V Siber Direktorat Reskrim Khusus Polda Papua menangkap pemilik akun Facebook Legiun Tandabe berinisial AD atas dugaan penyebaran ujaran kebencian yang mengandung unsur diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Pria asal Garut, Jawa Barat ini ditangkap saat berada di tempat tinggalnya kawasan Jeruk Nipis Kotaraja, Kota Jayapura, Papua,  Minggu (6/10) pagi. Dari tangan tersangka AD, polisi menyita dua ponsel pintar yang digunakannya untuk mengunggah konten video yang menimbulkan kebencian di media sosial. (Asi)

Baca Juga:

Polisi Pastikan Penduduk Asli Wamena Tak Terlibat Kerusuhan

Syaiful

Guru SMK Jadi Korban Pembunuhan Berencana, Kapolresta Beber Kejanggalannya

Syaiful

Terima Suap,  Enam Anggota DPRD Sumut Divonis 4 Tahun Penjara

Syaiful

Leave a Comment