Pospapua.com
Geisler Ap, pemegang sabuk WBC kelas 63,5 Kg akan bertarung melawan Muhammad Bilal dari Pakistan. (foto: istimewa)
Olahraga

Petinju Papua Kekurangan Dana Gelar Tinju WBA di Jayapura

Oleh: Dharma Somba |

Pospapua.com, Jayapura – Pertandingan antara Geisler Ap, petinju profesional asal Papua dengan Muhammad Bilal petinju asal Pakistan tinggal menghitung hari, namun sampai saat ini panitia masih kekurangan dana.

Pertandingan yang akan berlangsung di GOR Waringin Kota Jayapura 20 Juli 2019 mendatang membutuhkan dana tidak sedikit, sekitar Rp 750 juta sementara yang panitia miliki baru Rp 185 juta.

Geisler Ap pemegang sabuk WBC Asia dalam pertandingan tersebut selain untuk mempertahankan sabuk juara kelas 63,5 kg, juga untuk memperebutkan sabuk WBA.

Thedi Pekei, Ketua Panpel Tinju Profesional Indonesia Part 3 Papua Boxing 2019 mengatakan, untuk menyukseskan iven Indonesia Part 3, pihaknya masih ikut berjuang mencari sponsor demi mendukung Geisler Ap.

“Ini iven luar biasa tapi saat ini kami masih kekurangan dana, sponsor, kami masih mencari. Memang iven ini membutuhkan dana yang sangat besar. 400 juta saja untuk administrasi ini belum lainnya termasuk konsumsi, publikasi, ring, sewa tempat, biaya kedatangan Presiden WBA, Presiden Tinju Asia dan juga lawan kami Muhammad Bilal,” ungkap Thedy panjang lebar dalam jumpa pers di Jayapura, Selasa (9/7).

Tedhy berharap bantuan dari pemerintah daerah yang ada di Papua, Gubernur dan para bupati 29 kabupaten/kota serta pemerintah pusat karena Geisler Ap tidak hanya membawa nama Papua tetapi nama Bangsa Indonesia.

Pihaknya baru mendapatkan dukungan dana 30 persen dari jumlah total sana yang dibutuhkan yang merupakan bantuan dari Bupati Jayapura, Wali Kota Jayapura dan Kepala Dinas Kesehatan.

Untuk membayar administrasi sebesar Rp 400 juta, panitia baru melunasi Rp 185 juta sehingga dalam waktu lima hari ini panitia harus menyetor dana Rp 215 juta kepada pihak promotor. “Kami harapkan ada donatur lain untuk iven ini, karena kami punya waktu untuk membayar Rp 215 juta itu hanya dikasih 5 hari. Kami butuh sekitar Rp 500 Juta,” tambahnya yang juga relawan Geisler Ap.

Jika iven ini tidak berhasil dijalankan maka sabuk WBC yang telah diraih akan ditarik kembali dan jika ingin bertarung lagi mau tak mau harus mulai dari awal.

“Dalam aturan WBC Asia Pasifik 4 bulan sekali kita harus pertahankan, paling cepat 3 bulan. Artinya kalau kita tidak membuat pertandingan di saat ini, maka gelar yang saya raih akan dicopot,” ungkap Geisler.

Untuk bisa mencapai posisi seperti sekarang ini, kata Geisler pihaknya jatuh bangun membutuhkan dana tidak sedikit sehingga jika iven ini tidak berhasil dijalankan maka sabuk WBC yang telah diraih akan ditarik kembali dan jika ingin bertarung lagi mau tak mau harus mulai dari awal. (nds)

Baca Juga:

The Jackson Effect Terbukti, Persipura Bungkam Madura United 1-0

Nethy Dharma Somba

China Open 2019, Kejayaan Ganda Putra Indonesia

Syaiful

Real Madrid Dihantui Cedera Pemain Kunci

Syaiful

Leave a Comment