Pospapua.com
Petugas PLN tengah memperbaiki gardu listrik. (foto : Dok PLN Papua dan Papua Barat)
Nusantara

Perbaikan 4 Gardu Listrik di Papua Barat Tunggu Situasi Kondusif

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Kericuhan di Papua Barat yang timbul akibat protes persekusi dan rasisme mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, menyebabkan rusaknya empat gardu listrik di wilayah Sorong.

Asisten Manajer Komunikasi PT PLN Persero Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW P2B), Septian Pujianto, Rabu (21/8) menyebutkan,  pihaknya mengestimasi perbaikan gardu memakan waktu kurang lebih 1 hingga 2 hari. Proses perbaikan akan lebih cepat jika kondisi sudah kondusif.

Meski demikian, PLN masih menunggu ijin dari pihak keamanan setempat untuk melakukan perbaikan. Adapun empat gardu yang rusa, salah satunya di Kantor DPRD, Lapas dan beberapa gardu milik warga.

“Memang di Manokwari ada beberapa kondisi yang mengalami pemadaman pasca kericuhan kemarin. Tegangan menengah kami ada yang terbakar di kantor DPRD dan Lapas,” terangnya.

Septian menyebutkan tak ada kerugian yang signifikan dari kerusakan empat gardu tersebut. Namun, dia memastikan ada beberapa material yang harus diperbaiki.

“Saat ini, ada satu gardu yang padamkan yaitu di Kantor DPRD,  sedangkan untuk Lapas masih padam karena terbakar,” paparnya.

Dia pun menegaskan bahwa pihaknya belum bisa mengaliri listrik, serta beberapa rumah warga yang terkena dampak kebakaran tersebut.  Hal ini dikarenakan minimnya petugas di Sorong, khususnya di lokasi gardu tersebut.

“Kami belum bisa mengaliri listrik ke Lapas, karena perlu perbaikan instalasi ulang terlebih dahulu. Saat ini kasmi menunggu kondisi aman terlebih dahulu,” tegasnya.

Septian menambahkan petugas PLN setempat masih melakukan penjagaan tegangan menengah agar pemadaman tidka meluas. Dia pun menyampaikan permintaan maaf karena belum bisa mengaliri listrik ke rumah warga maupun Lapas.

“Kami imbau para pelanggan dapat bersabar dan tetap berhati – hati saat mengunakan lilin atau  pengunaan penerangan emergensi lainnya, sehingga tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan,” pesan Septian.

Diketahui, kericuhan di Manokwari bermula dari unjuk rasa massa yang memblokade jalan-jalan. Massa juga membakar kantor DPRD dan merusak eks bangunan kantor Gubernur Papua Barat. Tiga polisi terluka terkena lemparan batu saat berupaya bernegosiasi dengan massa di Manokwari. (Asi)

Baca Juga:

Sejumlah ASN Kota Jayapura Terancam Sanksi Disiplin

Nethy Dharma Somba

Mamiek Soeharto: Bersama Prabowo – Sandi Indonesia Makmur

Nethy Dharma Somba

Baku Tembak dengan KKSB di Nduga, Tiga Prajurit TNI Gugur

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment