Pospapua.com
Neno Warisman (kiri) saat penganugrahan 212 Award di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Juma (4/1). Foto : Istimewa
Nasional News

Neno Warisman: Media, Fondasi Literasi Pembangunan Bangsa

Media yang meliput Reuni 212, bukan hanya memiliki dedikasi dalam menebar inspirasi dan kebaikan, tapi juga memberikan kemerdekaan dan keadilan dalam mensyiarkan berita.

Jakarta — Perhelatan Reuni Akbar 212 telah usai diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2018 lalu. Gelaran aksi tersebut dihadiri oleh lebih dari sepuluh juta umat muslim dan non muslim Tanah Air. Terbukti hotel di Jakarta full pada hari itu, termasuk transportasi juga penuh. Dan seperti biasanya gelaran aksi 212 berjalan kolosal, tertib, damai, dan santun.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia Reuni Akbar 212 menganugerahkan penghargaan 212 Award kepada media dan individu yang secara konsisten menggaungkan jiwa patriotik 212 yang kolosal, tertib, damai, dan santun. Penganugrahan berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).

Inisiator 212 Award Ustadzah Neno Warisman menuturkan, sejak awal ia ingin memberikan penghargaan tersebut kepada pejuang kemanusiaan seperti tim medis, petugas kebersihan dan para relawan. Namun, di belakang panggung utama Reuni 212, Neno memberikan award kepada generasi milenial.

“Karena sampai kapanpun saya adalah seorang pendidik. Saya bertekad menyelenggarakan kehidupan lebih baik untuk tenaga pengajar dan anak-anak kita. Award yang diberikan pada saat itu sejujurnya tidak sempurna,” ujar Neno.

Seiring berjalannya waktu, usai Reuni 212, ia merasakan keanehan sekaligus keajaiban ketika tidak ada media yang meliput, meski hanya segelintir saja terutama media Islam. Dari sana, Neno merasakan suatu rasa kebersamaan bersama media yang setia melakukan tugas jurnalistiknya.

“Kebersamaan ini merupakan aset yang sangat mahal yang dimiliki seluruh komponen 212. Maka, kami tawarkan kebersamaan kita membangun sebuah peradaban yang memberikan inspirasi untuk negeri ini. Karena itu, lahirlah kategori yang kita sebut media,” tuturnya.

Media yang meliput Reuni 212, kata Neno, bukan hanya memiliki dedikasi dalam menebar inspirasi dan kebaikan, tapi juga memberikan kemerdekaan dan keadilan dalam mensyiarkan berita.

“Inilah satu fondasi penting pembangunan literasi bangsa. Nah, ketika dukungan ini datang dari Ustadz Slamet, Kyai Shabri dan lain-lain, saya merasa sangat bahagia. Kita akan terus menggelontorkan apresiasi untuk semua pihak,” ungkapnya.

Meski tak semua media mendapat award dan menanyakan hal tersebut kepadanya, ia justru merasa bangga banyak pihak yang ingin bergabung bersama dalam perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Setiap individu, komunitas dan entitas semuanya istimewa dan sangat berharga. Beberapa media yang mendapatkan award bukan berarti yang terbaik, tetapi sesuai dengan kategori yang kami tentukan,” tandasnya.

(Ahmad Z.R./INI-Network)

Baca Juga:

AS dan Israel Merayu Honduras Untuk Buka Kedutaan di Jerusalem

Firman

Investigasi Listrik Padam, PLN Libatkan Tim Independen

Syaiful

Tentara Niger Tewaskan 280 Milisi Boko Haram

Firman

Leave a Comment