Pospapua.com
Aparat keamanan berjaga-jaga di salah satu ruas jalan saat kerusuhan pecah di Wamena, Senin (23/9). (foto : istimewa)
Headline

KNPB dan KKB Berkolaborasi Tebar Teror di Wamena, Ribuan Warga Mengungsi

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Wamena –  Pemicu gelombang eksodus warga secara besar-besaran dari Wamena pascakerusuhan di wilayah tersebut terjawab. Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ternyata menjadi biang kerok yang membuat ribuan warga mengungsi.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya menegaskan, ribuan warga mengungsi karena teror yang diciptakan KNPB dan KKB di Wamena. Warga juga sangat trauma dengan aksi brutal massa.

Parahnya, lanjut Tonny, kelompok tersebut juga menebar isu penyisiran oleh aparat keamanan TNI-Polri terhadap warga asli Papua. Hal ini menyebabkan warga asli Papua ikut mengungsi ke wilayah kabupaten terdekat, seperti Lanny Jaya, Tolikara dan lainnya.

“Aktor intelektualnya ini KNPB, karena ada sidang umum PPB dari tanggal 23 sampai 27 September. Mereka menunjukkan eksistensi bahwa seakan-akan di Indonesia ada kekacauan seperti itu,” kata Tonny kepada Pospapua.com melalui sambungan telepon, Sabtu (28/9) pagi.

Isu teror yang diciptakan KNPB tak hanya seputar pengusiran warga, melainkan juga pembakaran. Bahkan, kelompok KNPB menyamar menjadi pelajar dengan memakai seragam SMA.

“Dia teror isu pengusiran, pembakaran, motifnya seperti itu. Kalau tidak ditunggangi, pelajar tidak akan membakar. KNPB ini menyamar memakai seragam SMA, tujuannya untuk melumpuhkan pendidikan, perekonomian dan pemerintahan,” bebernya.

Selain KNPB, lanjut Tonny, kerusuhan di Wamena juga diboncengi KKB. Massa tak hanya bertindak anarkis melakukan pembakaran, melainkan melakukan pembunuhan terhadap warga setempat.

“Kerusuhan di Wamena berbeda dengan Jayapura. KNPB tidak hanya bertindak anarki, tetapi KKB di Wamena ikut bermain, mereka jelas-jelas melakukan pembunuhan terhadap warga,” kata Tonny.

Tonny menyebut, KKB yang bermain dalam kerusuhan di Wamena bukan hanya berasal dari wilayah tersebut. Mereka adalah gabungan dari kelompok dari Lanny Jaya, Puncak Jaya hingga Nduga dengan tujuan menunjukkan eksistensinya.

“Mereka ini sudah berkolaborasi, beberapa kali kita sudah melakukan kontak senjata. Dari aksi penembakan di Pasar Jibama, mereka berlanjut meneror warga pada malam hari. Kemudian pada waktu demo juga terlihat kelompok tersebut,” beber Tonny.

Mantan Kapolres Lanny Jaya ini mewaspadai aksi penembakan terhadap warga oleh kelompok bersenjata yang kemudian dialamatkan kepada aparat keamanan.“Jangan sampai nanti KKB bermain nembak-nembak warga, kemudian kami yang dituding menembak, ini yang perlu diwaspadai,” katanya. (Asi)

Baca Juga:

Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Banten, 18 Titik Berpotensi Tsunami

Syaiful

61 Tokoh Papua ke Istana, Gubernur : Diduga Kebutuhan Diplomasi di Luar Negeri

Syaiful

Semangat Toleransi dari Pesparani Pertama di Papua

Syaiful

Leave a Comment