Pospapua.com
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito (ketiga dari kanan) melakukan acara simbolis dalam launching gerakan 'ayo buang sampah obat dengan baik' di Jakarta, Minggu (1/9). (Foto: Andryanto S/Indonesiainside.id)
Ekonomi

Kelola Pembuangan Sampah Obat, Badan POM Gandeng 1.000 Apotek

Oleh: Andryanto S |

Pospapua.com, Jakarta – Sebanyak 1.000 apotek di 15 kota dilibatkan dalam mensosialisasikan gerakan “Ayo Buang Sampah Obat dengan Baik” yang digagas Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengatakan, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang sempat mencuat beberapa waktu lalu di masyarakat.

“Ingat sebelumnya ada beberapa masalah terkait vaksin palsu dan penyaluran obat kedaluarsa. Hati-hati dan selalu cek klik, cek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluarsa. Mudah-mudahan dengan launching ‘Ayo Buang Sampah dengan Baik’, pemahaman masyarakat jadi lebih baik,” kata Penny K. Lukito saat peluncuran gerakan tersebut di area Car Free Day Sarinah, Jakarta, Minggu (01/09).

Penny menjelaskan Badan POM mengimbau masayarakat untuk tidak sembarangan membuang sampah obat. Jika sembarangan, dikhawatirkan sampah obat dapat disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab ataupun mencemari lingkungan.

“Apabila kita punya obat kedaluarsa yang menumpuk, kita bisa membuangnya secara aman. Karena banyak kasus misalnya jangan sampai disalahgunakan oleh orang, kasus vaksin palsu tahun 2015, kemudian yang baru-baru ini obat kedaluarsa yang tetap disalurkan di puskesmas, ini akibat pembuangan dan penyimpanan yang tidak benar,” paparnya.

Menurut dia, dalam gerakan “Ayo Buang Sampah Obat dengan Baik” yang dicanangkan, Badan POM menjalin kerjasama dengan apotek-apotek serta para profesional di dalamnya yakni apoteker sehingga dapat mengelola mekanisme pembuangan sampah obat dengan benar. “Masyarakat jangan sembarangan membuang obat ke tempat sampah, karena bisa mencemari lingkungan. Di dalam obat ada zak aktif antibaktiologi, jangan sampai ini mengganggu proses natural di lingkungan. Sehingga salurkan ke apotek yang sudah ditunjuk, di sana ada ahlinya,” ucapnya.

Penny menambahkan kerjasama antara Badan POM dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) saat ini baru menyentuh 1.000 apotek di 15 kota. “Tahun ini 1.000 apotek, ke depan akan terus bertambah hingga seluruh apotek. Ini kan masih pilot project. Kami juga akan sebarkan buku pedoman ke mana-mana, Badan POM ada di 34 provinsi, dan Balai POM ada di 40 kota dan kabupaten, jadi total ada 70 titik,” ucapnya.

Gerakan ini, lanjut dia, merupakan bentuk komitmen Badan POM dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat terhadap bahaya risiko obat bagi kesehatan, yang berlandaskan kepada 3 (tiga) strategi utama. Ketiga strategi itu meliputi,  pencegahan, pengawasan, dan penindakan yang merupakan inti tak terpisahkan dari tugas, fungsi, dan kewenangan Badan POM.

 

Hasil pengawasan Badan POM sendiri menunjukkan bahwa temuan obat ilegal termasuk palsu cenderung menurun, yaitu 29 perkara pada tahun 2017, 21 perkara pada tahun 2018, dan 8 perkara pada awal tahun 2019.

Melalui gerakan ini, menurut dia, Badan POM bersama Ikatan Apoteker Indonesia mengedukasi masyarakat untuk waspada terhadap obat ilegal dan palsu dengan cara Buang Sampah Obat Kedaluwarsa dan Rusak dengan benar.

“Sebagaimana kita ketahui, obat kedaluwarsa atau rusak sudah tidak memberikan efek terapi dan berbahaya jika digunakan, karena itu Badan POM mengajak masyarakat belajar tentang bagaimana cara membuang obat kedaluwarsa, obat sisa, dan obat rusak dengan benar agar tidak disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh oknum untuk membuat obat ilegal atau palsu,” ujar Penny.

Selain di Jakarta, peluncuran gerakan ini dilaksanakan serentak di 15 kota antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Serang, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Medan, Kendari, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, Denpasar, dan Batam.

Lebih lanjut Penny K. Lukito menjelaskan, setelah peluncuran gerakan berjalan selama satu bulan, masyarakat dapat membuang sampah obat kadaluwarsa di apotik yang ditunjuk di 15 kota tersebut.

Gerakan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga tercipta budaya masyarakat untuk membuang sampah obat kedaluwarsa dan rusak dengan benar, baik yang dilakukan dengan mandiri atau dikembalikan ke apotek-apotek terdekat untuk dimusnahkan sesuai ketentuan. Gerakan diharapkan akan meminimalisir peredaran obat ilegal.

Penny memandang, keberhasilan gerakan ini membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh pihak sebagai bentuk tanggung jawab bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengawasi peredaran obat khususnya peredaran obat ilegal. (*/Dry/Asi)

Baca Juga:

Rusuh Jayapura, PLN Rugi Rp 1,9 Miliar

Syaiful

Jangan Remehkan Potensi Ekonomi Tanaman Kelor

Nethy Dharma Somba

Jelang Ramadhan, Harga Cabe Rawit di Jayapura Naik 100%

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment