Pospapua.com
jaksa-gadungan
Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Marthen Koagouw (tengah) menunjukan seragam jaksa yang digunakan untuk kejahatan di Jayapura, Senin (21/10). (foto : Achmad Syaiful/Pospapua.com)
Hukum & Kriminal

Berbekal Seragam Jaksa, Pria Ini Kelabui Aparat Keamanan di Jayapura

Oleh: Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Seorang pria pengangguran berinisial JKL, warga Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, berhasil mengelabui aparat keamanan TNI-Polri  di Jayapura, dengan berbekal seragam Jaksa yang dibelinya di Kota Makassar.

Tak tanggung-tanggung Kapolsek Jayapura Selatan, Kompol Marthen Koagouw dibuat geram dengan ulah pelaku. Demikian juga anggota TNI Angakatan Laut yang berjaga di Jembatan Merah-Holtekamp turut dibuat pusing jaksa gadungan itu.

Kapolsek Jayapura Selatan, Kompol Marthen Koagouw dalam keterangan persnya, Senin (21/10) menuturkan, jaksa gadungan ini ditangkap di sekitar kawasan Jembatan Merah, Ahad (20/10). “Pelaku diamankan petugas Pos TNI AL di Jembatan Merah dan kami jemput atas tindakan melawan hukum berupa pemalsuan identitas,” katanya.

Dalam modus operandinya, kata Marthen, pelaku meminta semua pihak termasuk aparat keamanan agar meminta persetujuan darinya jika melintas atau menggunakan Jembatan Merah.  Lucunya, pelaku berhasil menyakinkan anggota Polri dan TNI AL bahwa dirinya seorang utusan dari Kejaksaan Agung RI bagian pengawasan.

“Dia (pelaku) bilang segala kegiatan atau aktfitas di Jembatan Merah harus mengantongi ijin dari kejaksaan melalui dirinya. Anggota percaya saja hingga akhirnya menutup jembatan karena harus mengantongi ijin dari pelaku,” terangnya.

Kedok jaksa gadungan terbongkar saat petugas Polres Jayapura Kota tengah berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Papua untuk kegiatan di Jembatan Merah. “Ketika kami berkoordinasi  untuk kegiatan hari Sabtu (19/10), pihak Kejati Papua  sendiri bingung dan pelaku ini tidak tercatat sebagai Jaksa di Papua, bahkan mereka juga tengah mencari pelaku ini,” bebernya.

Selain mengamankan jaksa gadungan, lanjut Marhen, pihaknya menyita barang bukti berupa pakaian dinas kejaksaan, tanda pangkat, sepatu dinas dan sebuah tanda pengenal atas nama J. Carles. “Barang bukti sudah kami sita dan atribut ini dibelinya di Makassar saat proses pengobatan,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, diduga pelaku sakit hati karena tidak diterima dalam seleksi pegawai kejaskaan tahun 2004/2005 silam. “Motifnya karena sakit hati, karena pelaku gagal mengikuti seleksi menjadi pegawai kejaksaan. Dia kemudian membeli seragam jaksa agar dihormati,”terangnya.

Dia menambahkan, pelaku saat ini telah ditahan di rumah tahanan Mapolsek Jayapura Selatan. Atas perbuatannya, dia dijerat Pasal 263 Ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancamam hukuman pidana 6 tahun penjara. (Asi)

Baca Juga:

Mahasiswa Papua Terlibat Bentrok di Makassar, Gubernur Sulsel Turun Tangan

Syaiful

Jaga Kedamaian, TNI-Polri Sambangi Warga Mappi

Syaiful

Perantau Toraja Ditusuk OTK, Keamanan Wamena Terusik

Syaiful

Leave a Comment