Pospapua.com
Siti Hardijanti Rukmana (kanan) bersama Milasari Kusuma Anggraeni (tengah), dan Sri Wahyuni (kiri), dalam acara silaturahmi ekodaya dengan warga Purworejo. Foto: Cendananews
Ekonomi News Nusantara

Tutut Soeharto Edukasi Petani Gunakan Pupuk Berteknologi Nano

Oleh: Azhar A Pawennay |

Masyarakat termasuk kaum ibu-ibu dapat menanam sendiri sayur-sayuran untuk menambah penghasilan keluarga dengan menggunakan pupuk berteknologi nano.

Pospapua.com, Purworejo — Salah satu sumber kekayaan alam Indonesia adalah sektor pertanian. Karenanya, rakyat tidak seharusnya kesulitan pangan karena di Tanah Air inilah lumbungnya.

Untuk menggerakkan sektor pertanian di semua daerah, putri Presiden kedua RI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana mengenalkan pupuk organik berteknologi nano kepada para petani. Hal itu dilakukan ke setiap daerah yang dikunjunginya.

Saat berkunjung ke Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, putri Cendana yang akrab disapa Mbak Tutut ini mengedukasi para petani untuk menggunakan pupuk organik tersebut. Produk ini adalah hasil riset pusat pengembangan dan percontohan usaha pertanian dan peternakan Saung Berkarya. Dia berharap pupuk tersebut bermanfaat untuk mendukung Kabupaten Purworejo sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah.

“Kita memiliki program pertanian dan peternakan terpadu, yang dipadukan dengan GORO. Program ini sangat berguna bagi masyarakat,” katanya di Gedung Kesenian Purworejo, Minggu (17/2).

Dia mengatakan, masyarakat termasuk kaum ibu-ibu dapat menanam sendiri sayur-sayuran untuk menambah penghasilan keluarga. “Selain di konsumsi sendiri, nanti juga bisa dijual ke pasar melalui GORO. Kami juga akan sediakan pupuk organik yang bisa meningkatkan hasil tanaman, baik jagung, padi, sayur, dan lain-lain. Kalau di sini banyak padi, nanti padi yang ditanam bisa tumbuh semakin subur,” ujar Tutut Soeharto sebagaimana dilansir Cendananews.com.

Pengelola Saung Berkarya, Sri Wahyuni, mengatakan, pupuk organik yang dihasilkan Saung Berkarya merupakan pupuk organik yang dibuat dengan teknologi terbaru, yakni teknologi nano. Kelebihan pupuk ini adalah pemakaiannya yang tidak membutuhkan jumlah banyak. Sehingga mampu menekan kebutuhan pupuk dan biaya produksi para petani.

“Jadi pupuk ini sudah diperkecil ukurannya. Sehingga 12 biji bisa digunakan untuk pemupukan lahan seluas 1 hektare,” ujarnya dalam acara Silaturahmi Ekodaya bersama Tutut Soeharto dan warga Purworejo.

Dalam kesempatan itu, Sri yang merupakan ahli pertanian lulusan ITB, menerangkan program Saung Berkarya dalam membantu sejahterakan warga. Yakni melalui pertanian terpadu ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program ini dijalankan dengan upaya sinergi seluruh bidang, baik pertanian, peternakan, UKM serta GORO sebagai koperasi.

“Nanti warga bisa pelihara ternak untuk mewujudkan swasembada daging. Kotorannya kita olah jadi biogas untuk keperluan memasak sehari-hari. Selain itu juga bisa jadi pupuk organik. Sedangkan kencing ternak bisa jadi pestisida alami. Sehingga petani tidak perlu lagi beli pupuk, pestisida, atau gas elpiji. Hasil pertanian dan peternakan juga bisa melimpah,” katanya.

Sementara itu, Milasari Kusuma Anggraeni, Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera yang menaungi bisnis ritel GORO menyebut, GORO merupakan koperasi yang didirikan untuk membantu petani, peternak hingga pedagang kecil atau UKM agar lebih sejahtera.

GORO akan menyerap hasil panen petani maupun peternak untuk kemudian dijual ke pelaku-pelaku UKM maupun pelaku usaha lainnya sehingga dapat memutus mata rantai pasokon berbagai komoditas dari tengkulak.

“GORO ini akan menjadi pilar perputaran ekonomi masyarakat. Selain itu GORO juga akan mampu meningkatkan standar UKM, peternak maupun petani, karena semua akan kita latih dan kita bina,” kata Caleg DPR RI dari Partai Berkarya Dapil Jawa Tengah itu. (Aza/INI-Network)

Baca Juga:

Deklarasi Ribuan Warga Manokwari Jadi Benih Kedamaian Papua Barat

Syaiful

Masyarakat Vanimo PNG Gemar Produk Indonesia

Nethy Dharma Somba

Walikota Jayapura: Pasca Banjir, Waspadai Wabah Penyakit

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment