POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Sepak bola Inggris harus membela hak sebagai pendekatan ke Piala Dunia

Kelompok hak asasi, aktivis, dan penggemar telah dengan tepat mengkritik keputusan FIFA, badan pengatur sepak bola internasional, untuk memberikan Qatar hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, menunjuk pada pelanggaran berat hak asasi manusia di negara itu. Ini termasuk pelecehan terhadap pekerja migran yang telah menderita Pelecehan yang mengerikan, bahkan kematian yang tidak dapat dijelaskanDalam presentasi turnamen, pembatasan wanita hakdan penindasan terhadap kaum homoseksual hak.

Qatar akhirnya membuat janji Perbaikan kerja Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penerapannya kurang baik. Itu #PayUpFIFA Kampanye Human Rights Watch dan organisasi lain telah meminta FIFA dan Qatar untuk memberikan ganti rugi atas pelanggaran terhadap pekerja migran, termasuk kematian, cedera dan pencurian upah, sejak 2010 ketika Qatar diberikan hak menjadi tuan rumah. Britania Raya dua lebih besar Serikat buruh, Satukan dan selaraskanDukung panggilan ini.

Tetapi dengan Piala Dunia yang semakin dekat, FA belum mengambil posisi yang jelas.

Sedangkan perbedaan bertahanBanyak klub sepak bola Inggris sekarang berusaha untuk menciptakan lingkungan yang beragam dan inklusif. Kemenangan baru-baru ini tim wanita Inggris di Kejuaraan Eropa secara jelas menunjukkan bagaimana pesepakbola dapat mengubah permainan. Tetapi nilai-nilai yang dianut oleh klub-klub Inggris bertentangan dengan hukum reaksioner Qatar.

Liga Premier, klub sepak bola papan atas Inggris, telah menikmati kerja sama yang erat dengan kelompok anti-rasisme dan hak-hak gay seperti menendangnya keluar Dan dinding batu. Dan pada bulan Juni tahun ini, Watford FC Dia membatalkan pertandingan eksibisi dengan tim nasional Qatar Karena kekhawatiran penggemar tentang catatan hak asasi manusia negara itu.

Namun bukan hanya tim klub Inggris yang menggunakan lapangan sepak bola sebagai podium. Pada tahun 2020, manajer tim nasional pria Inggris, Gareth Southgate, Dia menulis surat terbuka yang kuat kepada massa Pertahankan hak para pemainnya untuk menggunakan platform mereka untuk perubahan sosial.

READ  "Saya pikir ada ruang"

Pembayaran Asosiasi Sepak Bola Untuk menciptakan warisan yang lebih baik untuk bermain game patut dipujiTapi Piala Dunia kurang dari 100 hari lagi dan belum mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran di Qatar. Liga harus dibangun di atas kapten pria Inggris Harry Kane Menyerukan posisi terpadu tentang hak asasi manusia Ini secara publik diminta oleh FIFA perlakuan Pelanggaran terhadap pekerja migran, termasuk melalui kompensasi finansial. Sikap berani akan menjadi contoh bagi penggemar muda di seluruh negeri, di dalam dan di luar lapangan.