POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kerja Sama Layanan Kesehatan Berbasis AI

Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kerja Sama Layanan Kesehatan Berbasis AI

Indonesia dan Republik Korea (RoK) terus memperkuat kerja sama di bidang kesehatan digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Kerja sama tersebut kembali dibahas dalam pertemuan virtual lanjutan yang digelar pada 26 Mei. Pertemuan ini bertujuan menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) mengenai pengembangan layanan kesehatan primer dan sumber daya manusia berbasis AI.

Implementasi MoU Kesehatan Berbasis AI

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Republik Korea menyampaikan bahwa nota kesepahaman tersebut sebelumnya ditandatangani saat kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan bulan lalu.

Dalam pertemuan terbaru, pihak Korea Selatan memaparkan visi pengembangan layanan kesehatan primer berbasis AI untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis sekaligus memastikan hak masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif.

Kerja sama ini dinilai relevan bagi Indonesia yang memiliki tantangan geografis besar sebagai negara kepulauan. Banyak daerah di wilayah pegunungan maupun pulau-pulau kecil masih menghadapi keterbatasan tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

Fokus pada Telemedisin dan Penyakit Kronis

Pemerintah Korea Selatan juga memperkenalkan sejumlah rencana implementasi konkret dalam kerja sama tersebut. Salah satunya adalah model konsultasi telemedisin berbasis AI yang ditujukan bagi wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

Selain itu, kedua negara juga membahas pengembangan sistem pengelolaan penyakit kronis berbasis AI yang terintegrasi dengan layanan kesehatan primer.

Model ini diharapkan dapat membantu pemantauan pasien secara lebih efisien, termasuk untuk penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular yang terus meningkat di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Uji Coba Akan Dilakukan di Wilayah Terpencil Indonesia

Sebagai bagian dari proyek percepatan komersialisasi aplikasi AI, Korea Selatan berencana melakukan uji coba model layanan tersebut di sejumlah wilayah pegunungan dan kepulauan Indonesia pada paruh kedua tahun ini.

Langkah ini dipandang strategis karena Indonesia memiliki banyak daerah yang masih menghadapi tantangan distribusi layanan kesehatan. Teknologi AI dan telemedisin diharapkan dapat menjadi solusi untuk memperpendek kesenjangan akses antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.

Kolaborasi Kampus dan Perusahaan Teknologi

Pemerintah Korea Selatan menegaskan akan terus melanjutkan pertukaran dan diskusi dengan Indonesia melalui seminar gabungan sektor publik dan swasta.

Kegiatan tersebut akan melibatkan rumah sakit universitas, perusahaan teknologi besar, serta institusi pendidikan dari kedua negara guna memperkuat kerangka kerja sama di masa mendatang.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan pengembangan teknologi kesehatan dapat berjalan efektif sekaligus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

AI Dinilai Jadi Solusi Kesenjangan Layanan Kesehatan

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan Jeong Eun-kyeong mengatakan Indonesia dan Korea Selatan memiliki tantangan geografis yang serupa, terutama terkait wilayah pegunungan dan kepulauan yang masih kekurangan layanan kesehatan.

Menurut dia, teknologi AI dapat menjadi solusi terobosan untuk mengurangi kesenjangan akses kesehatan di berbagai daerah.

Jeong juga berharap kedua negara dapat terus memperkuat kerja sama dalam implementasi model layanan kesehatan primer berbasis AI dalam beberapa tahun ke depan.

Kerja sama ini menandai semakin eratnya hubungan Indonesia dan Korea Selatan di sektor teknologi kesehatan. Dengan dukungan AI dan telemedisin, kedua negara berharap layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan sulit diakses.