POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Polisi memburu penjaja reli ‘Jokovi End Game’

Tempo.co., Jakarta – Polda Metro Jaya mengaku tidak menemukan massa di peron.Hasil Djokovic OlahragaDia berbaris di sekitar area Istana Negara di Jakarta Pusat, mengatakan seruan untuk demonstrasi itu palsu.

“Kami akan mencari [hoax] Pada Sabtu, 24 Juli, Kabag Humas Polri Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan.

Unjuk rasa dilarang di Jakarta karena penerapan apa yang disebut PBKM Level 4 Pemerintah. Selama implementasi kebijakan, semua kegiatan yang dapat mengesankan orang banyak dilarang.

Pihak berwenang menemukan bahwa tidak ada seorang pun yang datang ke tempat di kawasan patung Arjuna Wijaya sore ini. Sebelumnya, polisi membela 6 orang yang dituduh ikut unjuk rasa. Mereka sedang diperiksa oleh Polres Jakarta Pusat.

Poster panggilan online Ojek Pengemudi dan masyarakat umum turun ke jalan memprotes penerapan PPKM. Massa konon telah menempuh perjalanan jauh dari Klotok menuju Istana Negara.

“Memanggil semua orang! Turun ke jalan melawan B.P.K.M. Poster demonstrasi berjudul ‘Hancurkan Observatorium Istana dan Anggotanya’, berjudul ‘Djokovic End Game’.

Poster itu menunjukkan banyak logo online Ojek Pelamar, aliansi mahasiswa dan serikat pekerja sebagai peserta.

Del Pedro Marhan dari Konstituensi Politik Mahasiswa, yang dituduh menghasut insiden tersebut, telah membantah tuduhan tersebut. “Tapi ketika ditanya apakah akan ada aksi pada 24 Juli? [the answer is] Ya, akan ada [an event]. Ini tidak bisa dihindari karena orang menjadi gila dalam situasi baru-baru ini, ”katanya.

Melangkah: Polisi menyerukan unjuk rasa ‘Jokovi End Game’: Rumah sakit, kuburan meluap

M. Julnis Fermansia

READ  UNESCO telah menyerukan penutupan jalan menuju Taman Warisan Dunia di Papua