POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Anak-anak harus bersemangat meskipun ada kegiatan domestik: Presiden

JAKARTA (Andara) – Anak Indonesia Joko Widodo (Djokovic) menghimbau kepada anak-anak di Indonesia untuk tetap semangat belajar, menghibur diri, dan tetap rajin meski beraktivitas di dalam rumah di masa pandemi Covid-19.

“Masa depan Indonesia, anak-anakku semua harus tetap semangat belajar, bersenang-senang, tekun beribadah, jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mohon perlindungan untuk kita semua bangsa Indonesia,” kata Presiden Djokovic di video jelang Hari Anak Nasional 2021 di Jakarta pada hari Jumat Selamat kepada anak-anak SD selama berlangsungnya konferensi.

Kepala negara mencatat bahwa rencana untuk memulai sekolah tatap muka, yang semula dijadwalkan dibuka pada Juli 2021, dibatalkan sambil menunggu situasi membaik.

Djokovic mengingatkan anak-anak untuk terus membaca, selalu menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dan mengikuti teman dan tetangga.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengumumkan bahwa 548 ribu anak dari 11,9 juta anak berusia 12-17 tahun telah menerima vaksin Pemerintah-19.

“Kampanye vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun fokus pada fasilitas kesehatan setempat atau sekolahnya masing-masing,” kata Nadia Darmiji, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan, saat wawancara online dengan Badan Pengawasan dan Perekonomian Nasional COVID-19 Panitia Penyelamatan (KPC-PEN).

Pengemudi vaksin di fasilitas kesehatan setempat fokus pada vaksinasi anak muda berusia 12-17 tahun, mereka tidak mendaftar di lembaga pendidikan mana pun, dan anak muda yang bersekolah disarankan untuk divaksinasi di sekolah yang menyediakan pengemudi vaksin, kata Dormiji.

Vaksin untuk generasi muda telah didistribusikan secara nasional, 50 persen vaksin dialokasikan untuk provinsi Jawa-Pali, sedangkan sisanya secara proporsional untuk provinsi lain, katanya.
“Saat ini kami memiliki kebijakan mendistribusikan 50 persen vaksin ke provinsi Jawa-Pali karena peningkatan kasus COVID-19. Sisa vaksin akan didistribusikan secara proporsional ke provinsi lain. Sudah ada vaksin dalam kategori itu untuk vaksin. pemuda,” katanya.

READ  Ketegangan atas sistem medis etnis atas epidemi di Myanmar

Stok vaksin di Indonesia saat ini baru mencapai 130 juta, atau hanya 30% dari 426 juta yang dibutuhkan untuk mencapai target vaksinasi nasional, ujarnya.

Target program vaksinasi telah dinaikkan dari 181,5 juta menjadi 208 juta, kata Dormici.

Berita Terkait: APBN mendukung tumbuh kembang anak mewujudkan mimpi
Berita Terkait: Kementerian membayar anak-anak yang ilegal
Berita Terkait: Jangan melihat pelaku remaja sebagai pelaku remaja: Menteri