POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Angkatan Udara mengganti unit JSTARS di Georgia dengan teknologi baru

Pangkalan Angkatan Udara ROBIN, Georgia – Angkatan Udara mengatakan pihaknya berencana untuk menghentikan pesawat JSTARS dan sistem radar berusia puluhan tahun yang digunakan dalam pemantauan medan perang dan menggantinya di Georgia tengah dengan misi baru yang didorong oleh teknologi yang ditingkatkan.

Misi JSTARS dibagi oleh pilot aktif dan anggota Garda Nasional Udara Georgia di Pangkalan Angkatan Udara Robbins di selatan Macon. Sejak 1991, sistem tersebut telah menggunakan Boeing 707 besar untuk mengumpulkan informasi medan perang dari udara untuk digunakan oleh komandan AS.

Penjabat Sekretaris Angkatan Udara John B. Roth mengatakan pada konferensi pers hari Jumat bahwa Angkatan Udara berencana untuk mulai memensiunkan pesawat JSTARS yang dimulai dengan empat pesawat pada tahun fiskal 2022. Dia mengatakan kemungkinan akan memakan waktu setidaknya lima tahun untuk menghentikan seluruh program.

Roth mengatakan langkah itu akan memungkinkan 2.000 pilot tugas aktif dan pilot Pengawal Nasional untuk Robbins untuk pindah ke empat misi baru yang datang ke pangkalan. Mereka termasuk Sistem manajemen pertempuran tingkat lanjut, Jaringan pengumpulan intelijen yang sedang dikembangkan yang memungkinkan berbagi informasi medan perang secara real-time antara satelit di luar angkasa, pesawat militer, pasukan darat, dan komandan.

Perwakilan AS Austin Scott, seorang Republikan dari Georgia yang wilayahnya termasuk Pangkalan Angkatan Udara Robbins, mengatakan bahwa program JSTARS, meskipun efektif selama beberapa dekade, adalah “teknologi yang ketinggalan zaman dan kita harus beralih ke teknologi baru untuk melindungi Amerika Serikat.”

Senator AS John Usoff, seorang Demokrat dari Georgia, mengatakan misi baru akan memastikan Robbins tetap penting untuk keamanan nasional.

“Perbaikan ini akan memastikan bahwa pangkalan ini kuat selama beberapa dekade mendatang,” kata Usov. “Ini adalah kemampuan terbaru. … Kami sangat senang mereka datang ke Georgia.”