Pospapua.com
Khofifah meninjau kawasan terdampak puting beliung di Desa Prambatan Kecamatan Balen, Bojonegoro, Senin (11/11).
Nasional Peristiwa

1.430 Rumah di Bojonegoro Rusak Diterjang Puting Beliung

Oleh: Jee Jaini |

Pospapua.com, Bojonegoro – Sebanyak 1.430 rumah di 12 kecamatan, Kabupaten Bojonegoro, rusak akibat diterjang angin puting beliung, sejak Sabtu (9/11) pekan lalu. 1.377 rumah diantaranya rusak diterjang pada Sabtu (9/11), sedangkan 53 rumah rusak pada Senin (11/11).

Berdasarkan data, 1.377 rumah mengalami kerusakan yang berbeda, 32 rumah rusak berat, 181 rusak sedang dan 1.164 rusak ringan. Sementara untuk kejadian 11 November 2019, dari 53 rumah yang rusak, 12 di antaranya rusak berat, rusak sedang 4 dan rusak ringan 37.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa Pemprov siap memberikan bantuan bagi warga yang terdampak. “Untuk mendukung hal ini, Pemprov Jatim siap membantu guna mempercepat pemulihan,” ujar Khofifah.

Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung kawasan yang terdampak puting beliung di Desa Prambatan, Kecamatan Balen, Bojonegoro, Selasa (12/11) sore. Ia meminta segera dilakukan pendataan rumah yang terdampak.

Hal itu untuk dilakukan pencocokan data dengan pihak Pemkab Bojonegoro, agar bisa dilakukan identifikasi. “Saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Jatim telah bergabung dengan tim dari Bakorwil Bojonegoro untuk melakukan dukungan assessment khususnya untuk rekonstruksi rumah yang rusak sedang dan berat,” terang mantan Menteri Sosial ini.

Infiormasi yang dihimpun, kerusakan akibat puting beliung ini meluas di puluhan kecamatan dan desa di Bojonegoro. Untuk kejadian tanggal 9 November 2019, kerusakan rumah tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 51 desa.

Kecamatan yang terdampak, yaitu Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Balen, Sumberrejo dan Trucuk. Selain itu juga di Kecamatan Kalitidu, Dander, Ngasem, Ngambon, Margomulyo, Gayam dan Kepohbaru.

Sedangkan untuk kejadian 11 November 2019, kerusakan tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 36 desa. Meliputi Kecamatan Temayang, Dender, Kalitidu, Sugihwaras, Sukosewu, Kapas, Ngraho, Ngasem, Tambarkrejo, Purwosari, Gayam dan Padangan.

Menurut Khofifah, penguatan konstruksi rumah tinggal masyarakat harus segera dilakukan. Selain itu, bagi rumah tinggal yang tidak layak huni harus segera diupdate menjadi rumah tinggal layak huni (Rutilahu).  (Jee/Asi/INI Network)

Baca Juga:

Pilpres Usai, Saatnya Menyudahi Perselisihan

Nethy Dharma Somba

Banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Belasan Rumah Hanyut

Nethy Dharma Somba

Saran Pengamat, Menteri Bidang Ekonomi dari Kelompok Profesional dan Berpengalaman Internasional

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment