Pospapua.com
Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Riau makin parah pekat. Seluruh sekolah diliburkan hari ini, Selasa (10/9).(Foto: metropekanbaru.com)
Nasional

Kualitas Udara di Pekanbaru Naik Level Kuning, Libur Sekolah Diperpanjang

Oleh: Azhar AP |

Pospapua.com, Pekanbaru – Kualitas udara di wilayah Pekanbaru, Provinsi Riau memburuk, akibat tercemar kabup asap. Kondisi ini menyebabkan Pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan libur sekolah lebih panjang.

“Kualitas udara makin memburuk dan kondisi ini berlangsung sudah tiga hari, maka Senin (16/9) pelajar bisa sekolah kembali,” kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus di Pekanbaru, Jumat (13/9).

Berdasarkan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru mencapai 123 atau naik ke level kuning. Artinya, warga harus segera ditolong karena kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan.

Kendati ISPU berada di bawah angka 200, akan tetapi kecendrungan ISPU di Kota Pekanbaru akan naik lagi. Padahal Pemkot Pekanbaru sudah menambah libur sekolah bagi peserta didik selama dua hari ini.

Pemkot Pekanbaru akhirnya memperpanjang libur sekolah hingga Ahad (15/9). Orang tua diimbau agar mengawasi anak-anak mereka agar tidak beraktivitas di luar rumah.

“Guru juga diharapkan bisa memberi tugas kepada para peserta didik, nantinya mereka bisa belajar selama libur sekolah. Berikan mereka tugas membaca buku atau PR agar anak-anak tetap berada di dalam rumah, dan mereka juga tidak ketinggalan pelajaran,” jelasnya.

ISPU di level tidak sehat sudah berlangsung sejak tiga hari ini. Kondisi ini karena kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru.

Angka ISPU di Pekanbaru terus mengalami kenaikan sejak Selasa, awalnya ISPU berada di angka 111, meningkat menjadi 118 pada Rabu dan Jumat (13/9) berada pada angka 123.

Pantauan di lapangan asap bahkan sudah masuk ke dalam ruangan kantor dan rumah-rumah penduduk kendati ventilasi rumah sudah ditutupi kawat nyamuk. Warga terpaksa menggunakan masker walaupun sudah berada di dalam rumah.

Bahkan, warga yang tidur dapat terserang batuk karena menghirup asap sehingga ventilasi rumah harus ditutup pakai kain. Pemerintah pusat diminta segera turun mengatasi masalah tersebut. (Aza/Asi/Ant)

Baca Juga:

Soeharto dan Jejak Kesuksesan Program Transmigrasi

hamim

Penetapan Eggi Sudjana sebagai Tersangka Makar, Terlalu Cepat

Nethy Dharma Somba

Hasil Quick Count, PSI tidak Dapat Kursi di Senayan

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment