POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia |  Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% pada kuartal I tahun 2024

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% pada kuartal I tahun 2024

Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Podcaps (Podcast Sekretariat Kabinet) (Foto: Humas Sekretariat Kabinet/Agong)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia terus tumbuh signifikan meski terjadi resesi ekonomi global dan gejolak pasar keuangan.

“Kualitas pertumbuhan juga meningkat signifikan karena meningkatnya jumlah lapangan kerja sehingga menurunkan tingkat pengangguran hingga berada di bawah tingkat sebelum pandemi,” kata Menkeu, dikutip dari laman resmi kementerian, Rabu (05/2021). 08).

Mengutip data BPS – Badan Pusat Statistik, perekonomian negara pada triwulan I tahun 2024 tumbuh sebesar 5,11 persen (year-on-year), sebagian besar didukung oleh kuatnya permintaan domestik dan dukungan APBN serta pertumbuhan tersebut berdampak positif terhadap pengurangan pengangguran. rata-rata.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan lembaga nirlaba yang melayani keluarga tumbuh sebesar 4,9 persen dan 24,3 persen (secara tahunan) karena terkendalinya inflasi, peningkatan aktivitas ekonomi selama bulan Ramadhan, dan kenaikan gaji aparatur sipil negara, tunjangan Idul Fitri. , dan aktivitas. Terkait pemilu 2024.

Belanja konsumen pemerintah tumbuh sebesar 19,9% (year-on-year), sebagian besar ditopang oleh biaya gaji dan bonus aparatur sipil negara pada triwulan I tahun 2024. Belanja barang dan belanja sosial juga meningkat signifikan dengan kontribusi sebesar 1,1 % terhadap pertumbuhan ekonomi Pada triwulan I tahun 2024. Triwulan I tahun 2024 yang mana terjadi pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto/investasi sebesar 3,8 persen (secara tahunan). Kinerja investasi swasta juga tumbuh sebesar 22,1 persen (year-on-year) dengan distribusi investasi yang seimbang antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Meskipun pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia terdampak perlambatan ekonomi global, namun pada sisi produksi, sektor unggulan seperti manufaktur dan perdagangan tetap tumbuh. Namun sektor pertanian mengalami kontraksi sebesar 3,5 persen (tahunan) akibat pengaruh musim.

READ  Forum Ekonomi Dunia menandatangani kesepakatan dengan Indonesia untuk melestarikan lautan

Peningkatan mobilitas masyarakat juga mendukung pertumbuhan sektor pendukung pariwisata seperti transportasi dan akomodasi yang tumbuh sebesar 8,7 persen (year-on-year) dan 9,4 persen (year-on-year).

Sekadar informasi, tren pertumbuhan positif juga terjadi di seluruh wilayah Tanah Air. Sebagai penyumbang utama perekonomian, perekonomian Pulau Jawa tumbuh sebesar 4,8 persen (y/y), sedangkan perekonomian Pulau Sulawesi dan Maluku-Papua tumbuh sebesar 6,4 persen dan 12,2 persen (y/y), diikuti oleh Pulau Kalimantan sebesar 6,2 persen (secara tahunan).

Namun, beberapa risiko global harus diatasi, antara lain kebijakan The Fed yang masih belum pasti, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan gangguan rantai pasokan global yang belum sepenuhnya pulih. Untuk mengantisipasi dinamika global tersebut, sinergi dan koordinasi dengan otoritas lain, khususnya otoritas moneter dan sektor keuangan, akan terus dijaga agar perekonomian nasional tetap stabil.

Pemerintah juga akan terus memantau dan mengevaluasi potensi dampak dinamika global terhadap perekonomian dan situasi keuangan lokal. APBN akan dimanfaatkan secara optimal sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan ekonomi. (Kemenkeu/Humas PBB) (GWH/MMB)