Inggris dan Indonesia sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui pembentukan Kemitraan Strategis baru yang ditujukan untuk mendorong kemakmuran ekonomi, keamanan global, serta pembangunan berkelanjutan bagi kedua negara. Kesepakatan ini menandai fase baru dalam hubungan kedua negara yang telah berlangsung selama berabad-abad, terutama dalam bidang perdagangan dan kerja sama internasional.
Kemitraan ini didasarkan pada nilai bersama sebagai negara demokrasi berdaulat yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (SDGs). Implementasinya akan melibatkan pemerintah, sektor bisnis, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas budaya di kedua negara.
Kerangka kerja sama tersebut dirancang hingga tahun 2045 dan berfokus pada empat pilar utama: pertumbuhan ekonomi, iklim dan energi, pertahanan dan keamanan, serta hubungan masyarakat dan sosial.
Pilar 1: Pertumbuhan Ekonomi
Mendorong Perdagangan dan Investasi
Indonesia dan Inggris meluncurkan Economic Growth Partnership untuk memperkuat perdagangan dan investasi bilateral. Program ini dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia dan Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris.
Kemitraan ini bertujuan membuka peluang baru bagi perusahaan di kedua negara, termasuk sektor manufaktur maju, energi bersih, pertambangan mineral penting, hingga industri pertahanan. Pemerintah kedua negara juga menekankan pentingnya regulasi yang transparan, sistem perdagangan yang stabil, serta kemudahan prosedur bisnis.
Selain perdagangan barang, kedua negara juga melihat potensi besar pada sektor jasa seperti keuangan, fintech, dan ekonomi digital. Pembentukan Financial Services Policy Working Group diharapkan memperkuat kolaborasi dalam keuangan berkelanjutan, termasuk pengembangan fintech dan keuangan syariah.
Dukungan untuk Investasi dan Ekonomi Hijau
Forum investasi dalam kerangka kemitraan ini akan mendorong aliran investasi dua arah, dengan dukungan berbagai lembaga seperti Indonesia Investment Authority (INA), British International Investment, serta UK Export Finance.
Transisi menuju ekonomi hijau juga menjadi fokus penting. Kerja sama ini akan mendukung proyek energi terbarukan, efisiensi energi, serta teknologi ramah lingkungan yang dapat menciptakan lapangan kerja baru.
Dukungan bagi Keanggotaan OECD dan CPTPP
Inggris juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Indonesia untuk bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dukungan teknis akan diberikan, termasuk dalam penyelarasan kebijakan antikorupsi dan tata kelola ekonomi.
Selain itu, Inggris berbagi pengalaman terkait proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) yang juga sedang diupayakan Indonesia.
Pilar 2: Iklim, Energi, dan Lingkungan
Komitmen terhadap Transisi Energi
Sebagai negara kepulauan yang menghadapi dampak perubahan iklim, Indonesia dan Inggris sepakat memperdalam kerja sama dalam kebijakan iklim dan transisi energi.
Kedua negara berkomitmen mendukung target global untuk menahan kenaikan suhu hingga 1,5°C serta mencapai net-zero emission—Inggris pada 2050 dan Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.
Inggris juga mendukung implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan menyediakan jaminan pembiayaan bernilai miliaran dolar untuk proyek energi bersih di Indonesia.
Kerja sama ini mencakup pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi dan energi laut, peningkatan efisiensi jaringan listrik, serta dukungan terhadap rencana Indonesia mengurangi penggunaan batu bara.
Penguatan Keuangan Berkelanjutan
Kedua negara juga akan mengembangkan kemitraan pasar karbon, memanfaatkan potensi karbon alam Indonesia—terutama dari hutan dan ekosistem mangrove—dengan keahlian finansial Inggris.
Inisiatif ini diharapkan membantu Indonesia mencapai target pengurangan emisi sekaligus membuka peluang investasi internasional melalui pasar karbon dan instrumen keuangan hijau.
Perlindungan Hutan dan Keanekaragaman Hayati
Indonesia dan Inggris kembali menegaskan komitmen menghentikan deforestasi dan degradasi hutan pada 2030. Kerja sama juga diperkuat melalui sistem verifikasi legalitas kayu Indonesia (SVLK) yang mendukung perdagangan produk kayu berkelanjutan.
Selain itu, kedua negara bekerja sama dalam konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan laut berkelanjutan, dan pengembangan ekonomi biru.
Pilar 3: Pertahanan dan Keamanan
Penguatan Kerja Sama Militer
Di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, Indonesia dan Inggris sepakat memperdalam kerja sama pertahanan melalui dialog rutin tingkat tinggi, termasuk mekanisme Foreign-Defence 2+2.
Kedua negara juga akan memperluas latihan militer bersama, patroli maritim, serta kerja sama industri pertahanan. Program Maritime Partnership menjadi salah satu platform utama dalam penguatan keamanan maritim dan peningkatan kesadaran domain laut.
Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik
Kemitraan ini juga menegaskan dukungan terhadap kawasan Indo-Pasifik yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan internasional. Indonesia dan Inggris menekankan pentingnya sentralitas ASEAN serta penghormatan terhadap hukum laut internasional.
Kerja sama juga mencakup penanggulangan kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia, kejahatan lingkungan, hingga penipuan siber.
Penanggulangan Terorisme dan Keamanan Siber
Indonesia dan Inggris memiliki sejarah panjang kerja sama dalam penanggulangan terorisme. Kedua negara berkomitmen melanjutkan kolaborasi melalui pertukaran informasi, pelatihan aparat, dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap ekstremisme.
Selain itu, kerja sama keamanan siber akan diperluas untuk menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.
Pilar 4: Masyarakat dan Hubungan Antarwarga
Pendidikan dan Pengembangan SDM
Pada 2025, universitas Inggris untuk pertama kalinya membuka kampus di Indonesia. Langkah ini membuka akses langsung bagi mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan kelas dunia.
Kedua negara juga memperkuat program beasiswa seperti Chevening dan LPDP, serta membangun jaringan universitas Inggris–Indonesia untuk mendorong kolaborasi riset dan inovasi.
Program peningkatan kapasitas juga mencakup pelatihan guru bahasa Inggris, pengembangan pendidikan vokasi, dan penguatan pendidikan STEM.
Teknologi, Kesehatan, dan Ekonomi Kreatif
Kerja sama juga mencakup transformasi digital, tata kelola kecerdasan buatan (AI), penelitian teknologi baru, serta penanggulangan disinformasi.
Di sektor kesehatan, kedua negara akan bekerja sama dalam penguatan sistem kesehatan, kesiapsiagaan pandemi, serta pengembangan teknologi medis.
Sementara itu, sektor ekonomi kreatif, olahraga, dan budaya akan diperkuat melalui berbagai program pertukaran dan kolaborasi internasional.
Menuju Kemitraan Jangka Panjang
Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia dirancang sebagai kerja sama jangka panjang yang tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga memperluas kolaborasi ekonomi, teknologi, dan sosial.
Dengan target transformasi hubungan bilateral hingga 2045, kedua negara berharap kemitraan ini dapat menciptakan masa depan yang lebih sejahtera, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Inggris dan Indonesia.

“Incredibly charming gamer. Web guru. TV scholar. Food addict. Avid social media ninja. Pioneer of hardcore music.”

More Stories
Indonesia Percepat Musim Tanam Padi untuk Hadapi Ancaman El Nino
Kerentanan Kritis Next.js Buka Celah Pencurian Kredensial Cloud dan Akses Panel Admin
Reformasi PBB dan Peran Indonesia: Dorongan untuk Dampak Nyata di Lapangan