POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Penguasa dan utusan Indonesia membahas penguatan hubungan ekonomi

Indonesia ingin memperkuat hubungan perdagangan melalui usaha kecil dan menengah

Seorang utusan pada hari Sabtu mengatakan bahwa Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah salah satu sektor bisnis dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini dan memiliki potensi untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara Pakistan dan Indonesia, memberikan peluang penting bagi pengusaha.

Konjen RI di Karachi mengatakan pada bulan Juni bahwa negaranya tertarik untuk meningkatkan perdagangan bilateral dengan Pakistan dengan mendorong usaha kecil dan menengah di kedua negara.

“Perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai rekor tertinggi $3,9 miliar pada tahun 2021 – menunjukkan peningkatan 54 persen dibandingkan tahun 2020, ketika perdagangan mencapai $2,5 miliar,” kata Hedeningert dalam dialog bisnis campuran (B2B). Pertemuan untuk membahas peluang bisnis antara Pakistan dan Indonesia.

Pertemuan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Daerah Istimewa Jakarta, PT. Sarinah (perusahaan Indonesia), Karachi Chamber of Commerce and Industry (KCCI) dan e-Commerce Gateaway Pakistan pada hari kedua International Consumer Products Show 2022.

Delegasi dari kedua negara sepakat untuk melibatkan lebih banyak usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Pertemuan B2B akan dilanjutkan dengan pertemuan online one-to-one antara komunitas bisnis kedua negara, yang akan diikuti oleh 41 perusahaan Pakistan dan 47 perusahaan Indonesia.

Pertemuan tersebut merupakan komitmen kepresidenan G20 Indonesia untuk “bersama pulih, pulih lebih kuat” untuk memajukan pembangunan ekonomi global, termasuk di Indonesia dan Pakistan. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Kemlu RI untuk Asia Pasifik dan Afrika Dubes Abdul Qadir Jilani menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan perdagangan positif kedua negara.

“KJRI secara aktif melakukan 151 kegiatan terkait ekonomi dan juga meluncurkan Portal Pakistan Indonesia. Platform portal telah menarik 23 pertanyaan bisnis dari perusahaan Indonesia dan 115 dari Pakistan.

READ  Turis Rusia di Indonesia Tanpa Uang Karena Sanksi

Perwakilan komunitas bisnis Pakistan, Muhammad Idris, Ketua Kamar Dagang dan Industri Kuwait, Abdul Nizar, Ketua Pakistan Indonesia Business Council (PIBC), Shimon Zaki, Presiden Pakistan Indonesia Business Forum (PIBF), dan lainnya pengusaha menegaskan kembali pentingnya mengembangkan diversifikasi ekonomi. Kecuali batu bara dan kelapa sawit.

Pertemuan tersebut juga memberikan pengarahan tentang pentingnya kota urban seperti Karachi dan lokasinya yang strategis dengan lebih dari 30 negara peserta, 33 sektor maju dan tujuh kawasan industri untuk mengembangkan ekosistem ekonomi negara.