Rifki Noorbajri (Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Selasa, 20 Juli 2021
Persetujuan publik untuk penanganan epidemi oleh Presiden Joko Widodo telah anjlok selama enam bulan terakhir, dengan optimisme tentang kemampuannya untuk menangani krisis, menurut sebuah penelitian baru-baru ini.
Sebuah studi oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang mensurvei 1.200 orang secara nasional pada akhir Juni, sebelum letusan terburuk saat ini, menemukan bahwa peringkat persetujuan Djokovic telah turun dari 68,9 persen pada Desember 2020 menjadi 59,6 persen pada November 2020. Perkiraan Juni, dirilis pada hari Minggu, sedikit lebih tinggi dari rekornya 57,9 persen pada Oktober tahun lalu.
Jumlah orang yang mengaku tidak puas dengan penanganan COVID-19-nya naik menjadi 37,2 persen pada Juni dari 28,9 persen pada Desember tahun lalu.
Kesalahan …
Baca cerita lengkapnya
Berlangganan sekarang
IDR mulai dari 55.000 / bulan
- Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
- Surat Kabar Digital Harian E-Post
- Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
- Akses khusus ke acara dan proyek kami
- Berlangganan buletin kami

“Pembaca yang ramah. Penggemar bacon. Penulis. Twitter nerd pemenang penghargaan. Introvert. Ahli internet. Penggemar bir.”

More Stories
Kerentanan Kritis Next.js Buka Celah Pencurian Kredensial Cloud dan Akses Panel Admin
Reformasi PBB dan Peran Indonesia: Dorongan untuk Dampak Nyata di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut di Tengah Penyesuaian Fiskal