POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Robot Humanoid Cerdas Mampu Mengurangi Beban Punggung Saat Bekerja Bersama Manusia

Robot Humanoid Cerdas Mampu Mengurangi Beban Punggung Saat Bekerja Bersama Manusia

Perkembangan teknologi robot humanoid kini semakin diarahkan untuk menciptakan mesin yang tidak hanya mampu bekerja secara mandiri, tetapi juga dapat berkolaborasi secara aman dengan manusia. Para peneliti mengembangkan pendekatan baru yang memungkinkan robot memahami gerakan dan kondisi fisik manusia sehingga dapat menyesuaikan tindakannya saat melakukan pekerjaan bersama.

Penelitian terbaru dari tim GenerativeBionics, Institut Teknologi Italia (IIT), dan Universitas Manchester memperkenalkan metode desain robot yang menggabungkan struktur tubuh robot dengan sistem kecerdasan gerak. Pendekatan tersebut telah diterapkan dalam pengembangan robot humanoid baru bernama ergoCub.

Desain Robot yang Mengutamakan Kolaborasi dengan Manusia

Selama ini, banyak pengembangan robot dilakukan dengan merancang perangkat keras terlebih dahulu, kemudian sistem kendali dibuat untuk mengatasi keterbatasan fisik robot. Namun, para peneliti menilai pendekatan tersebut dapat membuat tubuh robot menjadi hambatan dalam menciptakan perilaku yang lebih cerdas.

Carlotta Sartore dan Daniele Pucci, peneliti utama dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa pengalaman panjang dalam pengembangan berbagai generasi robot humanoid menunjukkan bahwa bentuk fisik robot sering dianggap sebagai bagian yang tidak dapat diubah.

Akibatnya, sistem kendali harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi keterbatasan desain tubuh robot. Kondisi ini menjadi tantangan besar ketika robot harus bekerja secara langsung bersama manusia dalam aktivitas fisik.

Mengembangkan Robot dengan Pendekatan Baru

Para peneliti mengambil inspirasi dari manusia dan hewan, di mana bentuk tubuh dan kemampuan kecerdasan berkembang secara bersamaan sesuai dengan lingkungan, tugas, serta interaksi sosial.

Berdasarkan konsep tersebut, tim peneliti mengembangkan metode yang memungkinkan desain tubuh robot dan sistem kecerdasannya dioptimalkan secara bersamaan dengan mempertimbangkan kebutuhan manusia sebagai mitra kerja.

Tahap pertama dalam metode ini adalah mengoptimalkan struktur tubuh robot atau morfologi robot. Hal tersebut mencakup berbagai aspek seperti panjang anggota tubuh, distribusi berat, serta rancangan mekanik keseluruhan.

Alih-alih melihat setiap bagian secara terpisah, para peneliti menganggap manusia, robot, dan tugas yang dilakukan sebagai satu sistem yang saling berkaitan.

Robot ergoCub Dirancang untuk Mengurangi Risiko Cedera

Metode tersebut digunakan untuk menciptakan ergoCub, sebuah robot humanoid yang dirancang khusus untuk membantu manusia melakukan pekerjaan fisik dengan lebih aman dan nyaman.

Tubuh robot ini dikembangkan agar mampu mengurangi tekanan pada tubuh manusia saat melakukan aktivitas seperti mengangkat dan memindahkan benda bersama.

Setelah struktur fisik robot selesai dirancang, tahap berikutnya adalah mengembangkan kecerdasan fisik robot melalui sistem pengendalian gerakan.

Robot ini memiliki kemampuan untuk membangun gambaran mengenai kondisi mitra manusianya berdasarkan informasi dari berbagai sensor. Data tersebut digunakan untuk menyesuaikan gerakan, mengikuti aktivitas manusia, serta memantau tingkat tekanan fisik selama pekerjaan berlangsung.

Nama ergoCub merupakan gabungan dari konsep ergonomi dan Cub, yang merujuk pada robot iCub sebagai dasar pengembangan teknologi tersebut.

Dalam pengujian, ergoCub diminta membantu manusia menangani benda dengan berbagai tingkat berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan robot tersebut dapat mengurangi beban pada bagian punggung bawah manusia dibandingkan ketika pekerjaan dilakukan tanpa bantuan robot.

Selain kemampuan membantu pekerjaan fisik, ergoCub juga menunjukkan peningkatan kemampuan berjalan dengan kecepatan lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya.

Kecerdasan Robot Tidak Hanya Berasal dari Perangkat Lunak

Penelitian ini memperkenalkan gagasan bahwa kecerdasan robot tidak hanya berasal dari perangkat lunak atau perilaku yang ditampilkan, tetapi juga dari hubungan antara struktur tubuh, sensor, penggerak, dan sistem kendali.

Menurut para peneliti, tubuh robot menjadi bagian penting dari kecerdasan yang dimilikinya. Dengan mempertimbangkan manusia sejak tahap desain awal, robot dapat memiliki kemampuan beradaptasi yang lebih baik saat bekerja dalam lingkungan nyata.

Pendekatan ini menciptakan bentuk kecerdasan bersama, di mana robot dan manusia dapat saling menyesuaikan diri sebagai satu sistem kerja.

Hasil percobaan menggunakan ergoCub menunjukkan bahwa pengembangan perangkat keras dan sistem kendali secara terpadu dapat meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kemampuan robot dalam menyelesaikan tugas fisik.

Potensi Penggunaan di Berbagai Sektor

Teknologi ini memiliki peluang untuk diterapkan dalam berbagai bidang yang membutuhkan kerja sama antara manusia dan robot, termasuk industri manufaktur, logistik, pemeriksaan fasilitas, serta layanan kesehatan.

Tujuan utama pengembangan robot tersebut bukan hanya menciptakan mesin yang lebih kuat atau lebih mandiri, tetapi membantu manusia menyelesaikan pekerjaan berat dengan mengurangi tekanan fisik dan risiko cedera akibat aktivitas berulang.

Dalam dunia kerja yang semakin menggabungkan manusia dan robot, solusi terbaik bukan hanya mempertimbangkan kemampuan robot secara individu, tetapi bagaimana manusia dan robot dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

Pengembangan Robot Masa Depan

Tim peneliti kini berencana memperluas metode tersebut untuk menciptakan robot yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor.

Mereka juga telah menerapkan prinsip desain terpadu ini pada Gene.01, robot baru yang dikembangkan oleh GenerativeBionics. Pada robot tersebut, struktur tubuh, sistem mekanik, gerakan, dan teknologi sensor dirancang sebagai satu sistem yang saling terhubung.

Ke depan, para peneliti berharap dapat menciptakan platform robot humanoid yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan industri tertentu, seperti pembuatan kapal, logistik, pemeriksaan teknis, dan layanan kesehatan.

Dengan pendekatan ini, robot masa depan diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas secara otomatis, tetapi juga menjadi mitra kerja yang aman, adaptif, dan membantu manusia dalam berbagai aktivitas fisik.