Jakarta (Antara) – Wakil Presiden Maruf Amin mendesak para ulama atau ulama untuk terus berperan aktif dalam mendinginkan suhu politik menjelang pemilu 2024.
Permintaan itu disampaikan Amin saat menerima anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada hari Jumat, menurut juru bicaranya Mastuki Baitlovi.
“Wapres yakin, Ulama dan seluruh pihak akan berperan aktif untuk meredakan situasi politik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya dalam siaran pers selepas tiba di pertemuan dengan V.P.
Salah satu kekhawatiran Wakil Presiden adalah bahwa diskusi di dunia maya akan “terlalu merepotkan,” tambahnya.
“Misalnya, ada banyak diskusi di media sosial yang menunjukkan bahwa persaudaraan tidak sepenting pilihan politik praktis jangka pendek,” ujarnya.
Menjelang Pemilu 2024, Wakil Rektor berharap MUI sebagai lembaga yang beranggotakan para ulama tetap bersikap netral, kata Bydlovy.
“Wapres menilai pimpinan MUI secara organisasi akan tetap netral. Segala sesuatu yang berkaitan dengan hak politik (seharusnya ditangani) secara individu,” ujarnya.
Ia menegaskan, kemungkinan terjadinya polarisasi di masyarakat akan semakin besar jelang pemilu.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Presiden dan pimpinan MUI membahas rencana penyelenggaraan Rapat Paripurna MUI.
Rapat paripurna akan segera digelar untuk melantik Kiai Anwar Iskandar sebagai Ketua MUI yang baru.
“Kiyai Anwar Iskandar yang terpilih menggantikan Presiden KH Miftachul Akyar, sebaiknya dilantik hanya dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Dewan Pertimbangan Wakil Presiden Maruf Amin (MUI). dia berkata.
Berita terkait: KPU akan menggelar lima debat capres dan cawapres
TERKAIT: Jokowi serukan persatuan pasca pemilu demi kepentingan bangsa
Berita terkait: Polisi mengharapkan kampanye hitam menjelang pemilu: Menteri


More Stories
Indonesia Siapkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Diaspora
Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Investasi Lewat Perjanjian Strategis
Indonesia Percepat Musim Tanam Padi untuk Hadapi Ancaman El Nino