POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Tempe – Makanan Generasi Emas

Tempe – Makanan Generasi Emas

JAKARTA (ANTARA) – Belum jelas nenek moyang kita di Indonesia siapa yang menemukan tempe dan bagaimana caranya. Yang ada hanyalah bukti, seperti buku Serat Chendini, tempe telah dikonsumsi masyarakat Jawa selama berabad-abad.

Menurut karya sastra Jawa, tempe telah menjadi makanan khas Jawa dan menjadi bagian dari berbagai ritual sosial sejak abad ke-16.

Berdasarkan bukti tersebut, Forum Tempe Indonesia dan organisasi lainnya telah memulai upaya memperkenalkan tempe kepada dunia sejak tahun 2014.

Baru-baru ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi secara resmi mengusulkan pengakuan Tempe, yang merupakan bagian intrinsik dari budaya makanan Indonesia, sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Usulan tersebut diajukan pada akhir Maret 2024 dan menunggu pembahasan oleh UNESCO.

“Kami berharap budaya tempe dapat dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO Indonesia. Kami yakin dengan menambahkan budaya tempe ke dalam daftar UNESCO akan memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia,” kata Judy Wajudin, direktur perlindungan budaya di Kementerian.

Forum Tempe Indonesia, salah satu kelompok penggagas usulan tersebut, mengharapkan dukungan masyarakat agar tempe bisa terus bertahan dan dikenal di seluruh dunia.

Matt Astawan, pemandu forum, mengatakan tempe saat ini dikonsumsi di 27 negara.

Banyak penelitian di seluruh dunia telah mengidentifikasi manfaat kesehatan dari tempe karena terbuat dari kedelai yang difermentasi.

“Selain itu, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat global akan pola makan sehat, tren pola makan vegetarian atau vegan semakin populer,” tegas Astawan.

Tempe adalah makanan asli Indonesia yang diolah dengan menggunakan pengetahuan dan teknik tradisional nenek moyang. Ini kaya nutrisi dan memberikan manfaat kesehatan.

“Secara resmi, meski pemerintah belum memutuskan secara resmi, para pecinta dan produsen tempe menetapkan tanggal 6 Juni sebagai Hari Tempe Nasional,” kata Muslimatun, ketua Forum Tempe Indonesia.

READ  Tenggelamnya kapal selam Indonesia menyoroti kekurangan militer | Berita Militer

Ia menilai budaya membuat dan mengonsumsi tempe penting untuk dirayakan setahun sekali karena nenek moyang bangsa telah menghadiahkan makanan sehat tersebut kepada masyarakat.

Makanan untuk Indonesia Emas

Pada perayaan Hari Tempe Nasional di Balikpapan, Kalimantan Timur tanggal 6 Juni 2024, Forum Tempe Indonesia mempromosikan tempe sebagai pangan untuk mendukung generasi emas Indonesia.

“Tempe akan segera mendunia, kini kami memperkenalkan tempe sebagai pangan generasi emas Indonesia untuk kembali mempromosikan tempe di kalangan generasi muda,” kata Sekretaris Jenderal forum tersebut, Muhammad Rida.

Sementara itu, Profesor Ahmad Sulaiman dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengaku mendukung pencanangan tempe sebagai pangan generasi emas Indonesia.

Ia menyoroti, tempe kaya akan nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu pascamenopause.

Menurut penelitian, tempe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung unsur, nutrisi dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.

“Tempe merupakan satu-satunya pangan yang memiliki protein nabati dengan kualitas yang sama dengan protein hewani,” kata Astavan dari Forum Tempe Indonesia saat workshop tentang tempe.

Ia melaporkan tempe memiliki daya cerna protein yang lebih tinggi dibandingkan kedelai karena telah melalui beberapa proses seperti perebusan dan fermentasi. Faktanya, kandungan vitamin pada tempe meningkat selama pengolahannya.

Ia mengatakan tempe mengandung komponen bioaktif yang tidak dimiliki kedelai.

“Pada kedelai komponen bioaktifnya hanya sedikit, tapi tempe banyak. Itu keunggulan bioaktivitasnya,” kata Astawan.

Setiap 100 gram kedelai mengandung 46,5 gram protein, 254 miligram (mg) kalsium, 0,15 mg riboflavin, 0,67 mg niasin, 0,08 mg vitamin B6, 0,15 mg vitamin B12, dan 34 mg biotin .

Sebagai perbandingan, setiap 100 gram sampel tempe mengandung 50,5 gram protein, 347 mg kalsium, 0,85 mg riboflavin, 4,35 mg niasin, 0,47 mg vitamin B6, 5 mg vitamin B12, dan 71 mg biotin.

READ  Greenpeace menyoroti buruknya kualitas udara Jakarta

“Vitamin B12 biasanya berasal dari hewan, sedangkan tempe merupakan satu-satunya makanan nabati yang mengandung vitamin B12 dalam jumlah besar. Mikroba terlibat dalam produksi vitamin B12,” ujarnya.

Ia juga berpendapat, kandungan gizi tempe tidak kalah dengan daging. Saat harga daging sedang tinggi, masyarakat bisa mengonsumsi tempe sebagai penggantinya.

Generasi yang sehat merupakan salah satu syarat visi Indonesia Emas atau menjadikan Indonesia negara maju pada tahun 2045. Konsumsi tempe oleh masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda, akan membantu mewujudkan visi tersebut.

Berita terkait: Tempe diusulkan untuk dimasukkan dalam daftar warisan budaya UNESCO
Berita terkait: NFA meminta Bullock menyiapkan sistem distribusi kedelai bagi petani tempe