POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Sambutan hangat Biden ke Boidodo mencerminkan kepercayaan AS di Indonesia: KSP

Sikap ramah Presiden Biden tetap sama seperti ketika ia menjabat sebagai Wakil Presiden di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, terutama selama kunjungan kenegaraannya tahun 2015.

Jakarta (Antara) – Sambutan hangat Presiden AS Joe Biden kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mencerminkan kepercayaan AS terhadap Indonesia, kata Staf Kepresidenan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Partai Komunis Sosialis untuk membantah spekulasi sikap dingin Amerika Serikat terhadap Indonesia setelah mengundang Rusia untuk menghadiri KTT G20.

Tim ahli utama KSP, Siti Rohini Dezhyatin, mencatat sikap hangat Biden kepada Jokowi selama KTT ASEAN-AS di Washington, D.C. pada 13 Mei untuk menjawab spekulasi bahwa presiden Indonesia tidak diterima dengan hangat oleh Amerika Serikat.

Deziyatin menekankan pada hari Sabtu bahwa “posisi ramah Presiden Biden tetap sama seperti ketika dia menjabat sebagai Wakil Presiden di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, terutama selama kunjungan resminya tahun 2015.”

Ia menilai, sambutan hangat Presiden Biden kepada Presiden Jokowi penting bagi Indonesia, baik secara bilateral, regional, maupun multilateral.

Di sisi bilateral, hal itu menunjukkan kepercayaan AS terhadap potensi investasi AS di Indonesia dan ekspor Indonesia dalam bentuk barang jadi, seperti baterai mobil listrik dan barang lainnya.

Secara regional, hal itu mencerminkan kepercayaan AS terhadap Indonesia sebagai koordinator Kemitraan ASEAN-AS. Apalagi, ini adalah pertama kalinya dalam 45 tahun pertemuan puncak khusus antara ASEAN dan Amerika Serikat diadakan di Gedung Putih dan di Washington, DC.

Dezhyatin mencatat, “Presiden Obama pernah menyerukan KTT khusus antara ASEAN dan Amerika Serikat pada 2016. Namun pertemuan itu diadakan di Sunnyland, California, bukan di Gedung Putih. Ini sebagai bentuk apresiasi dan juga penghargaan kepada Indonesia. .”

READ  Garis patahan dalam pandangan Australia dan Indonesia tentang masa depan strategis mereka

Selain itu, Amerika Serikat juga melihat Indonesia sebagai kekuatan tengah yang stabil dalam menempuh politik luar negeri yang bebas aktif, terutama dalam hubungan ASEAN dengan negara-negara besar, terutama Amerika Serikat dan China.

Terkait hubungan multilateral, Dzhayatin mengatakan bahwa Indonesia sebagai pemegang kursi kepresidenan G20 memiliki peluang untuk memainkan peran strategis dalam mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina.

Ia menambahkan, Indonesia juga mampu mendorong penyelesaian konflik melalui negosiasi karena negara tersebut memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina.

“Indonesia siap bergabung dalam negosiasi antara Rusia dan Ukraina,” katanya.

Berita Terkait: Jokowi dorong kerja sama ASEAN-AS dalam mitigasi perubahan iklim
Berita Terkait: Jokowi Sampaikan Potensi Ekonomi Digital Indonesia kepada CEO AS
Berita Terkait: Para CEO AS Harus Bangun Kerja Sama Konkrit Lewat G20: Jokowi