Tempo.co, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Kamis, memastikan aparat hukum negara yang menangani kasus Ferdi Sambo – terdakwa dalam sidang pembunuhan berencana terhadap mantan Kepala Urusan Dalam Negeri Polri dan ajudannya sendiri – bukan pemalas. Gerakan tanah mendukung terdakwa.
“Saya jamin pengacara itu independen dan tidak terpengaruh oleh gerakan bawah tanah itu,” kata Mahfud MD di kantornya, 19 Januari lalu. Internews dilaporkan.
Menteri mengacu pada “gerakan gerilya” partai-partai yang ingin mantan polisi dibebaskan dan Sambo dihukum berat. Dia menunjuk rumor bahwa gerakan ini melibatkan pejabat tinggi polisi.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfut MD menanggapi keresahan publik atas dakwaan jaksa penuntut umum terhadap Richard Eliezer, salah satu kaki tangan Ferdi Sambo. Chandravati
Dalam kasus pembunuhan ajudan Sambo, jaksa menghukum kaki tangan terdakwa, Putri Chandrawati, Quade Maruf dan Ricky Rizal, delapan tahun penjara. Richard divonis 12 tahun penjara, sedangkan Ferdie Sambo divonis seumur hidup.
Antara
Klik disini Dapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News

“Pembaca yang ramah. Penggemar bacon. Penulis. Twitter nerd pemenang penghargaan. Introvert. Ahli internet. Penggemar bir.”

More Stories
Indonesia Percepat Musim Tanam Padi untuk Hadapi Ancaman El Nino
Kerentanan Kritis Next.js Buka Celah Pencurian Kredensial Cloud dan Akses Panel Admin
Reformasi PBB dan Peran Indonesia: Dorongan untuk Dampak Nyata di Lapangan