Pospapua.com
Pitra Romadoni Nasution (tengah) saat menyambangi Komisi Kepolisian Nasional, Kamis(7/). Foto: Ahmad Z.R/Indonesiainside.id
Nasional

Penetapan Eggi Sudjana sebagai Tersangka Banyak Kejanggalan

Oleh: Ahmad ZR |

Pospapua.com, Jakarta — Kuasa hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni Nasution, merasa ada yang aneh dan janggal dengan penetapan kliennya sebagai tersangka kasus makar. Pasalnya, pelapor melaporkan Eggi dengan tuduhan melanggar Pasal 160 KUHP. Padahal, pasal tersebut terkait dengan perbuatan menghasut, bukan makar.

“Tiba-tiba langsung SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) di mana pasalnya juga berbeda. Ini yang menjadi dilematis, karena saat laporan Pasal 160, tapi kenapa berubah dan tanggal lahir klien kami berbeda?” ujar Pitra kepada Indonesiainside.id, saat dihubungi, Kamis (9/5).

Kejanggalan lainnya, kata dia, penetapan status tersangka seharusnya melewati beberapa tahapan, mulai dari wawancara hingga pemeriksaan saksi ahli. Semua itu dilakukan agar kepolisian dapat mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan.

“Tapi sampai sekarang, tidak ada toh yang diperiksa, saksi ahli kami juga tidak diminta. Terlebih, dia (Eggi) ini kan advokat, seharusnya tidak boleh diperlakukan seperti itu,” ucapnya.

Kejanggalan berikutnya, jika merujuk pada Pasal 167 KUHP, suatu perbuatan dikategorikan makar jika di antaranya ada mufakat untuk menggulingkan pemerintah yang sah; ada upaya untuk membunuh presiden, dan; ada pergerakan setengah wilayah Republik Indonesia untuk protes terhadap pemerintah. Sementara, Eggi hanya memprotes kepada KPU dan Bawaslu akibat kecurangan pemilu yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.

“Kecuali (Eggi protes) ke Istana Negara. (Polisi) harus berimbang dan adil, kami merasakan ketidakadilan karena banyak laporan kami tidak diproses seperti laporan terhadap Farhat Abbas, Grace Natalie, Budi Djarot, Kapitra Ampera, dan lain-lain. Jangan pendukung Prabowo semuanya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Pitra.

Sebelumnya, Eggi Sudjana mengaku telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kejahatan terhadap keamanan negara atau makar. “Semalam saya baru pulang dari Bandung, mampir ke rumah, ada surat semalam dari polisi saya jadi tersangka,” ujar Eggi, Kamis (9/5).

Surat tersebut adalah panggilan pemeriksaan dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bernomor S.Pgl/3782/III/2019/Ditreskrimum. Dalam surat itu, dia diminta datang ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik pada Senin (13/5/2019) pukul 10.00 WIB.

Eggi merasa keberatan atas penetapan tersangka tersebut. Dia menuding polisi telah melakukan pengembangan sendiri atas laporan terhadap dirinya yang dilayangkan pelapor atas nama Suriyanto (relawan pendukung Jokowi).

“Diduga polisi mengembangkan sendiri, dan atau mengarahkan pelapor Suriyanto untuk menambahkannya pasal yang merujuk pada perbuatan makar untuk mengulingkan pemerintahan yang sah,” tutur Eggi. (AIJ/nds)

 

 

Baca Juga:

Identitas Penyerang Wiranto Terungkap

Syaiful

Begini Cara Partai Berkarya Riau Menyasar Pemilih Milenial

Firman

Gunung Dukono Erupsi, Ketinggian Abu Vulkanik 600-900 Meter

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment