POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI mengadakan pertemuan dengan Menteri Perekonomian dan Aksi Iklim Jerman serta menandatangani Joint Declaration of Intent (JDoI) Indonesia-Jerman

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI mengadakan pertemuan dengan Menteri Perekonomian dan Aksi Iklim Jerman serta menandatangani Joint Declaration of Intent (JDoI) Indonesia-Jerman

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia

jumpa pers
HM.4.6/134/SET.M.EKON.3/04/2023

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI mengadakan pertemuan dengan Menteri Perekonomian dan Aksi Iklim Jerman serta menandatangani Joint Declaration of Intent (JDoI) Indonesia-Jerman

Berlin, 17 April 2023

Pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Menteri Perekonomian dan Aksi Iklim Jerman Robert Habeck berlangsung di Berlin setelah Menko Airlangga Hartarto mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. dari Presiden Republik Indonesia. Indonesia Joko Widodo di Hannover Messe 2023 Pagi hari yaitu pada pembukaan paviliun nasional Indonesia negara mitra Hannover Messe 2023, mengunjungi peserta pameran Indonesia dan Jerman di lokasi pameran dan menghadiri pembukaan Bisnis Indonesia-Jerman Acara KTT bersama Presiden Joko Widodo dan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Sekitar 3 jam perjalanan kereta api antara Hannover dan Berlin, Menteri Koordinator Erlangga dan delegasi pendamping segera mengunjungi kantor Kementerian Federal Jerman Bidang Perekonomian dan Iklim di Berlin dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Habeck.

“Kami sangat senang bahwa Indonesia telah ditunjuk sebagai negara mitra di Hannover Messe untuk ketiga kalinya, dan kami merasa terhormat Jerman akan menerima Presiden Joko Widodo dan delegasi Indonesia dalam kunjungan tersebut, termasuk hasil pembicaraan antara kedua negara. Presiden Hal tersebut disampaikan Menteri Habeck dalam sambutannya dari Indonesia dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Selain untuk mempromosikan industri unggulan Indonesia dalam penerapan Industri 4.0, beberapa perjanjian bisnis dan pemerintah di berbagai sektor seperti energi terbarukan juga disepakati dalam acara Indonesia-Jerman Business Summit usai upacara pembukaan Paviliun Nasional oleh Presiden Joko Widodo. Pada Hannover Messe 2023 dini hari, nilai kerja sama diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS dan diharapkan dapat menampung hingga 80.000 pekerja. Hal ini menunjukkan hubungan dan kerja sama ekonomi yang sangat erat dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Jerman.

READ  Mitsubishi Jajaki Metode Pembakaran Bersama Biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia

Sebelumnya, pada 11 April 2023, Menko Airlangga dan Menteri Habek secara virtual menandatangani kesepakatan pembentukan platform kerja sama ekonomi dan investasi (Joint Declaration of Intent on Indonesia – Joint Economic and Investment Committee of Indonesia/JEIC) yang tidak hanya mencakup sektor pemerintah namun bertujuan untuk melibatkan sektor swasta untuk meningkatkan Kerjasama di bidang ekonomi dan investasi. Komisi Bersama mencakup berbagai sektor, yaitu: (1) Perdagangan, (2) Industri, (3) Investasi, (4) Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, (5) Energi, (6) Kelautan, (7) Pariwisata, (8) Kesehatan, (9) Pendidikan Kejuruan dan Pelatihan Tenaga Kerja, (10) Riset dan Inovasi, (11) Ekosistem Bisnis Start-up, dan (12) Pengembangan UMKM.

Kedua menteri membahas beberapa isu yang menjadi kepentingan bersama, antara lain upaya percepatan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), upaya industri Indonesia, isu lingkungan hidup, ekonomi hijau, dan transisi energi.

“Indonesia memiliki komitmen yang kuat terhadap sektor lingkungan hidup, termasuk isu keberlanjutan dan deforestasi. Namun upaya penguatan tersebut tidak boleh merugikan penghidupan petani kecil dan UKM,” kata Menko Airlangga.

Seperti yang dijelaskan Menteri Koordinator Airlangga, upaya Komisi Eropa untuk meluncurkan undang-undang produk bebas deforestasi selama beberapa waktu dipandang mempersulit akses pasar banyak barang Indonesia seperti minyak sawit, kakao, kopi, dan kayu ke UE. Ditekankan bahwa produk komoditas tersebut diproses sesuai standar berkelanjutan yang diterapkan secara global. Untuk itu, Indonesia berharap Jerman dapat membantu mendorong kerja sama konkrit dalam mengakui standar berkelanjutan yang telah diterapkan Indonesia pada beberapa komoditas pertanian dan pertanian.

Selain itu, Indonesia juga sepakat dengan negara-negara G7/G20 untuk mengurangi emisi gas buang dengan mendorong penggunaan energi baru terbarukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, melalui rencana Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (JETP) yang diluncurkan di sela-sela pertemuan tersebut. KTT G20 di bawah Kemitraan untuk Infrastruktur Global dan Investasi (PGII) antara Presiden Joko Widodo, Presiden Joe Biden, dan Presiden Ursula von der Leyen di Bali tahun lalu.

READ  Indonesia melarang ekspor batu bara karena risiko pemadaman listrik yang meluas meningkat

Dengan platform kerja sama yang baru disepakati, kedua menteri sepakat untuk mempercepat penyelesaian perundingan EU-CEPA yang akan memasuki putaran ke-14 di Brussels pada bulan Mei. Terkait hal ini, kedua negara juga sepakat untuk menerapkan fleksibilitas dan realisme dalam perundingan untuk mencari solusi, khususnya isu keberlanjutan. Jerman, sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, siap membantu mempercepat penyelesaian perundingan EU-CEPA.

Terkait industri manufaktur, khususnya pertambangan, Indonesia terbuka terhadap investasi asing langsung untuk meningkatkan nilai tambah dan rantai nilai global, berdasarkan aspek berkelanjutan. Menko Airlangga menjelaskan, Indonesia menerapkan digitalisasi sistem perdagangan/neraca komoditas untuk menjaga kebutuhan pokok masyarakat tetap meningkat dan bukan dengan tujuan mengurangi/menghilangkan impor komoditas.

Sebagai tindak lanjutnya, kedua Menteri sepakat untuk membentuk kelompok kerja dalam platform JEIC, salah satunya bidang energi dengan melibatkan kementerian/lembaga dan menunjuk pejabat senior kedua negara untuk membahas dan segera melaksanakan perjanjian tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengusulkan peningkatan kerja sama pengembangan kapasitas produksi industri semikonduktor, dimana perusahaan Jerman telah beroperasi sejak tahun 1995 di Indonesia, mengingat produk semikonduktor saat ini sangat penting. Selain itu, Menko Airlangga juga menambahkan akan memperkuat kerja sama pengembangan produksi panel surya di Indonesia dengan Jerman.

Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Menteri Perindustrian, Sekretaris Menko Perekonomian, Deputi Koordinator Kerja Sama Ekonomi Internasional, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah, Direktur Program Eropa II di Kementerian Luar Negeri, dan Duta Besar Indonesia untuk Jerman. Sementara dari pihak Jerman, hadir Menteri Habeck, beserta beberapa pejabat senior Kementerian Federal Jerman untuk Ekonomi dan Aksi Iklim. (fwh/aay/dep7/dlt/map/fsr)

***

Kepala Dinas Komunikasi, Pelayanan Informasi dan Rapat
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia
Hario Limancito

READ  Inflasi Diramal Aman, Daya Beli Orang RI Bisa Makin Kuat!

Website: http://www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok dan YouTube: @PerekonomianRI
Email: [email protected]
LinkedIn: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia