POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Menteri Brunei menyerukan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi intra-ASEAN

Bandar Seri Begwan, 21 Mei (Borneo Bulletin / JST): Menteri di Kantor Perdana Menteri dan Menteri Keuangan dan Ekonomi Kedua Dato Seri Setia Dr. Awang Muhammed Amin Liu Abdullah menekankan perlunya meningkatkan perdagangan dan investasi di antara negara-negara ASEAN di pos – Era Covid-19 Selain menekankan sentralitas ASEAN dalam mengatasi ketidakpastian dan lanskap ekonomi yang berkembang pesat.

Hal itu dikatakan Menkeu saat mewakili Brunei dalam Pertemuan Khusus Menteri Ekonomi ASEAN (AEM) 2022 di Bali, Indonesia pada 18 Mei.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Perdagangan Kamboja Ban Surasak. Para menteri ekonomi dari negara-negara anggota ASEAN dan Sekjen ASEAN Dato’ Paduka Lim Jock Hui juga hadir.

Para peserta melakukan diskusi yang bermanfaat dan bertukar pandangan tentang upaya dan strategi pemulihan ASEAN dalam menangani isu-isu regional dan global yang dapat mengurangi potensi dampak negatifnya terhadap ekonomi ASEAN dan dalam memajukan sentralisasi ASEAN untuk negara yang relevan, kompetitif, inklusif, berkelanjutan, koheren, dan tangguh. Masyarakat Ekonomi ASEAN. Di dunia pasca-Covid-19.

Pertemuan tersebut mengungkapkan optimisme tentang kembalinya kawasan ke tingkat pra-pandemi, dengan pertumbuhan PDB diperkirakan mencapai 4,9 persen pada 2022 dan 5,2 persen pada 2023.

Namun, ASEAN menyadari bahwa momentum pemulihan dan prospek pertumbuhan kawasan rentan terhadap situasi geopolitik saat ini, gangguan rantai pasokan, kelangkaan komoditas, dan tekanan inflasi.

Pertemuan tersebut menyoroti perlunya ASEAN untuk tetap waspada dan mempercepat implementasi ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) dalam menghadapi tantangan global agar perekonomian ASEAN dapat pulih lebih baik dan lebih kuat.

Para menteri juga sepakat bahwa RCEP dapat menjadi kontributor penting bagi upaya pemulihan ekonomi pascapandemi.

Pertemuan mengharapkan pembentukan Sekretariat RCEP untuk memberikan dukungan kepada Komite Bersama RCEP dan badan-badan pendukungnya.

READ  Dengan klimaks perang Ukraina, rumor beredar tentang kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin

Pertemuan tersebut menekankan bahwa keberhasilan Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 (MC12), yang akan berlangsung dari 12-15 Juni di Jenewa, Swiss, sangat penting untuk memastikan prediktabilitas, transparansi, non-diskriminatif dan berbasis aturan. Sistem perdagangan multilateral terbuka.

Pertemuan tersebut juga memberikan kesempatan bagi ASEAN untuk membahas kegiatan bisnis yang terkait dengan lingkungan dan kebijakan yang diberlakukan oleh organisasi internasional lainnya mengenai potensi dampak kegiatan bisnis di kawasan. – Buletin Borneo / JST