POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Menteri Agama Umumkan Keputusan Ibadah Haji Hari Ini

TEMPO.CODan JakartaMenteri Agama Yaqut Shalil Qamas mengatakan dia akan secara resmi mengeluarkan keputusan kementerian pada tahun 2021 Ziarah Haji Hari ini, 3 Juni, keputusan itu sudah dibahas sebelumnya dengan Komite Kedelapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Kami sudah berdiskusi dengan seluruh anggota Pansus Kedelapan pelaksanaan haji dari A sampai Z. Dan kami berkesimpulan karena ada yang harus kami atur terlebih dahulu, insya Allah akan kami umumkan besok sore di kantor Kemendagri. Urusan Agama di Thamrin, kata Yaqut di Kompleks Parlemen, Sinyan, Rabu 2 Juni, “Jadi mohon bersabar sebentar.”

Arab Saudi belum memberikan kepastian tentang kuota haji tahun ini. Sementara itu, Tim Mitigasi Haji kementerian telah melampaui batas waktu untuk mempersiapkan ritual haji berdasarkan simulasi mereka.

Yaqout juga mengaku tidak mengerti mengapa pemerintah Saudi tidak memberikan izin masuk ke Indonesia sebelum musim haji 2021, sementara itu memberikan izin kepada 11 negara, yaitu Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang. , Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, dan Swiss.

Wakil Ketua Komite Kedelapan Republik Demokratik Kongo, Ais Hassan Syadzili, menyarankan agar kementerian memutuskan dengan tegas untuk tidak mengirim jemaah haji tahun ini. Bukannya memberi harapan, kita juga tidak bisa memberi mereka jaminan (Ziarah Hajjaj) Yang terbaik bagi kita adalah bersikap tegas. “Lebih baik ditunda keberangkatannya,” kata Ays di Kompleks Parlemen, Sinyan, Rabu.

Menurut Ace, pemerintah terutama harus mempertimbangkan keselamatan jemaah haji dan risiko penularan Covid-19. Dia merasa pemerintah tidak hanya bisa menunggu Arab Saudi, tetapi juga harus memutuskan masalah itu sendiri.

Baca lebih banyak: Arab Saudi belum mengizinkan jemaah haji dari Indonesia; Menteri Yaqout menanggapi

dewi norita

READ  Selandia Baru Maaf bertanya kepada India di Twitter