Anindito Ariwantono (Jakarta Post)
Premium
● Bandung
Sabtu, 29 Oktober 2022
Selasar Sunaryo Art Space Bandung dan Gobi Manyar Jakarta menjadi tuan rumah pameran pengantar yang memberi penghormatan kepada arsitek Prancis-Swiss Le Corbusier melalui model arsitektur karyanya.
Hanya sedikit dalam sejarah arsitektur yang memiliki polarisasi seperti Charles-Edouard Jeanneret, juga dikenal sebagai Le Corbusier. Sosok yang kompleks dengan reputasi yang sulit, pengaruh yang melampaui waktu dan dia terkenal dengan visi perkotaan dan visi politiknya, Le Corbusier jauh, namun intim.
Capnya pada gaya zaman yang membentuk arsitektur modernis memberinya rasa kepastian mosaik yang beberapa orang bandingkan dengan dewa terapung setelah arsitek Renaisans Italia Andrea Palladio. Tampaknya mustahil untuk lepas dari pengaruh Le Corbusier.
Baca cerita lengkapnya
BERLANGGANAN SEKARANG
Mulai dari Rp 55.500/bulan
- Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
- E-Post adalah surat kabar digital harian
- Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
- Akses eksklusif ke acara dan program kami
- Berlangganan buletin kami
Atau biarkan Google mengelola langganan Anda

“Pembaca yang ramah. Penggemar bacon. Penulis. Twitter nerd pemenang penghargaan. Introvert. Ahli internet. Penggemar bir.”

More Stories
Kerentanan Kritis Next.js Buka Celah Pencurian Kredensial Cloud dan Akses Panel Admin
Reformasi PBB dan Peran Indonesia: Dorongan untuk Dampak Nyata di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut di Tengah Penyesuaian Fiskal