POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Mencari model perekonomian yang tepat menuju Indonesia maju pada tahun 2045

Mencari model perekonomian yang tepat menuju Indonesia maju pada tahun 2045

Hal ini menjadi tema umum dalam focus group Discussion (FGD) yang saya selenggarakan Kompas Penelitian dan pengembangan bertajuk “Model Pembangunan yang Tepat Agar Indonesia Menjadi Negara Maju”, di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Diskusi tersebut juga dihadiri oleh Ekonom dan Mantan Rektor Universitas Atma Jaya Jakarta Augustinus Prasetyantoko, Ekonom Universitas Gadjah Mada Bobi Ismalina, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Lana Sulistyaningsih, dan tim ahli Koordinator Menteri. Bidang Perekonomian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskender Simorangkir. Dua orang dari tim penulis buku juga hadir Indonesia menuju tahun 2045, Mereka adalah Cecilia Sumarlin dan Liliana Dewante.

Pembicara pada Focus Group Discussion Penelitian dan Pengembangan (FGD). <i>Kompas</i> Bertajuk Model Pembangunan Indonesia yang Benar Menjadi Negara Maju di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (11/1/2024). ) 4000px, (lebar maks:676px) 676px, (lebar maks:160px) 160px, (lebar maks:300px) 300px , (lebar maks:480px) 480px” src=”https://cdn-assetd. kompas.id/Tr1xuUCL3h9YDwT2W92F0HHwwBk=/1024×768/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom. com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F11%2Feeaa380f-f91a-4831-b965-7267ab43c856_jpg.jpg” srcset=”https: https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p, -13p,0)/https%3A% 2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F11%2Feeaa380f-f91a-4831-b965-7267ab43c856_jpg.jpg 1280w, https://cdn-assetd.kompas .id/vywJakBFEirxqWoEXOPJJio sPgI=/720×540/filters: watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom. com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F11 %2Feeaa380f-f91a-4831-b965-7267ab43c856_jpg.jpg 720w, https://cdn-assetd.kompas.id/Tr1xuUCL3h9YDwT2W92F0HHwwBk=/1024×768 /filter:tanda air(https:// cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo 1024w, https://SSET.KGNEWSROOOOM.COM Jam =/676×507/https 676w, https://cdn-assetd.kompas.id/Aiwb2yoU1l0Jre6 XFq5-ceHXg5Q= /160×160/ https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F11%2Feeaa380f-f91a-4831-b965-7267ab43c856_jpg.jpg 160w, https://cdn-assetd.kompas.id/ hijcrZ42yHt9vKYoY8cEt VcltiQ=/ 300×225/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F11%2Feeaa380f-f91a-4831-b965-7267ab43c856_jpg.jpg 3 00w, https://cdn-assetd.kompas id/. zE3oZ5hmbfpf0H9edR4o2NOjYBs=/480×480/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F11%2Feeaa380f-f91a-4831-b965-7267ab43c856_jpg ” lebar = “1024” data-v -30ab5665 =””/><figcaption class=Kompas/Benediktus Krisna Yogatama

Pembicara di Kompas Focus Group Discussion Penelitian dan Pengembangan (FGD) bertajuk Model Pembangunan yang Tepat Agar Indonesia Menjadi Negara Maju di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Prasiyantoko menyatakan, Indonesia perlu merumuskan terlebih dahulu definisi jati dirinya sebagai negara maju. Jika definisi negara maju dilihat berdasarkan pendapatan per kapita, maka menurut standar Bank Dunia, Indonesia perlu mencatatkan pendapatan per kapita sebesar US$13.800. Sedangkan pada tahun 2022, pendapatan per kapita Indonesia mencapai US$4.589. Artinya, Indonesia perlu meningkatkan pendapatan per kapitanya hingga tiga kali lipat lagi.

Menurutnya, model ekonomi yang benar adalah industrialisasi ekonomi pembangunan yang mampu memberikan nilai tambah dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat.

“Agar pendapatan per kapita Indonesia bisa melonjak dengan cepat, mau tidak mau harus dilakukan melalui industrialisasi,” kata Prasetiantoko.

Langkah yang dilakukan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur dan transformasi industri. Hal ini telah dilakukan pemerintah selama sepuluh tahun terakhir. Harapannya, hal ini menjadi landasan percepatan pertumbuhan ekonomi.

READ  Dorap Mystre meminta Indonesia segera melanjutkan ekspor minyak sawit

Namun, menurutnya, ada tiga kendala yang perlu diatasi. Yang pertama adalah institusi yang lemah. Menurutnya, menjadikan Indonesia negara maju merupakan rencana jangka panjang. Oleh karena itu diperlukan institusi yang berintegritas dan efektif dalam mendukung berbagai kebijakan yang kondusif bagi pembangunan Indonesia.

Poin kedua berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai status negara maju, produktivitas harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan.

Baca juga: Industrialisasi Berkelanjutan Berbasis Manufaktur untuk Generasi Indonesia Maju

Poin ketiga adalah pembangunan infrastruktur. Menurutnya, produktivitas bisa meningkat jika didukung infrastruktur yang efisien, memadai, dan andal.

“Jika kita ingin menjadi negara maju, kita harus memperhatikan tiga hal ini,” kata Prasetiantoko.

Jalan Trans Sumatera dari Tebing Tinggi hingga Indrapura kini telah tersambung dan dapat berfungsi secara fungsional untuk mudik Idul Fitri 2023, di Teping Tinggi, Sumatera Utara, pada Jumat (14/4/2023).
Film dokumenter Hutama Kariya

Jalan Trans Sumatera dari Tebing Tinggi hingga Indrapura kini telah tersambung dan dapat berfungsi secara fungsional untuk mudik Idul Fitri 2023, di Teping Tinggi, Sumatera Utara, pada Jumat (14/4/2023).

Selain itu, menurut Prasiyantoko, pembangunan Indonesia tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja. Sektor swasta juga harus berpartisipasi dan berpartisipasi. Misalnya dalam pembiayaan pembangunan tidak selalu bergantung pada APBN karena ruang fiskal terbatas. Selain itu, sektor swasta juga dapat berpartisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan penelitian teknologi.

Menurut Poppy, ada tiga kata kunci yang perlu diperhatikan. Pertama, sejalan dengan Prasiyantoko, Indonesia perlu terus meningkatkan produktivitas. Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja Indonesia secara terus-menerus.

Kata kunci kedua adalah pembangunan berkelanjutan (Keberlanjutan). Indonesia berkomitmen untuk mencapai nol emisi pada tahun 2060. Oleh karena itu, seluruh kebijakan harus konsisten dan sinergis untuk memenuhi prinsip perlindungan dan keadilan lingkungan.

READ  Prediksi Ekonomi Jika Prabowo-Gibran Resmi Pimpin RI

Kata kunci ketiga adalah inklusi. Pembangunan hendaknya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, sehingga pembangunan yang ada tidak menimbulkan kesenjangan yang menghambat Indonesia menjadi negara maju.

“Tidak ada yang bisa tertinggal,” kata Bobby.

Baca juga: Kemiskinan Menurun Tapi Ketimpangan Meningkat

- 63d393a523cc_jpg .jpg

peta jalan

Iskandar menjelaskan, pemerintah sudah memiliki peta jalan menuju Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. Dalam peta jalan yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas), disebutkan bahwa pada tahun 2045, Indonesia mempunyai tujuan: Untuk perorangan, biayanya 30.300 dolar AS.

Indonesia bertujuan untuk mencatat PDB nominal sebesar US$9,8 triliun, yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia.

Untuk mencapai hal tersebut, lembaga tersebut telah menyiapkan dua skenario, transformatif dan sangat optimis. Skenario transformasional menunjukkan bahwa Indonesia dapat keluar dari perangkap pendapatan menengah pada tahun 2041 jika rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan tercatat sebesar 6%. Dengan skenario yang sangat optimis, Indonesia dapat mencapai tujuan ini lebih cepat, pada tahun 2038, jika rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan tercatat sebesar 7 persen.

sasaran Indonesia tahun 2045
Benediktus Krisna Yogatama

sasaran Indonesia tahun 2045

Meski demikian, Iskandar mengakui masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan. Senada dengan pandangan Prasetiantoko, mereka menganggap permasalahan yang paling mengecewakan adalah terkait aspek kelembagaan dan regulasi. Hal ini harus diatasi agar implementasi kebijakan dapat mendukung penciptaan dan pengembangan dunia usaha, yang mengarah pada peningkatan lapangan kerja dan investasi serta peningkatan pertumbuhan perdagangan.

Selain itu, dan sependapat dengan narasumber lainnya, Iskandar menilai permasalahan lain yang perlu mendapat perhatian adalah kualitas sumber daya manusia. Sebab, hal tersebut merupakan kunci peningkatan produktivitas yang diperlukan untuk menjadi negara maju.

READ  COVID-19: Asia Tenggara berencana untuk melonggarkan pembatasan perjalanan untuk melawan ekonomi yang melumpuhkan | bepergian

Dari sisi sektor keuangan, Lana Sulistyaningsih menambahkan, berinvestasi di Indonesia lebih mahal dibandingkan di luar negeri, seperti Korea Selatan misalnya. Hal ini disebabkan karena suku bunga dasar pinjaman bank masih tinggi sehingga menyebabkan perekonomian menjadi lebih mahal.

“Efisiensi perbankan merupakan permasalahan yang perlu diatasi ke depan,” kata Lana.

Cecilia meyakini salah satu kunci utama kemajuan Indonesia adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini sebaiknya dilakukan sejak anak masih dalam kandungan dengan memberikan gizi seimbang hingga menerapkan pendidikan karakter saat ia bersekolah.

“Seolah-olah ketika peralatan rusak atau kekurangan gizi, pengetahuan dan keterampilan sulit ditanamkan ke dalam program,” kata Cecilia.

https://cdn-assetd.kompas.id/qk2pv3EjmX1yYcz4KO7-lwBz48g=/1024x875/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F09%2F12%2F359a6de1-8735-4cdd-ae34- 5 e9c6805e8e9_png .png

Ia menambahkan, pemangku kepentingan harus fleksibel dalam menyikapi perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu. Saat ini, industrialisasi sepertinya menjadi salah satu cara untuk menjadi negara maju. Namun, hal ini belum tentu relevan untuk masa depan, karena kemajuan teknologi berkembang pesat, sehingga memungkinkan kecerdasan buatan menggantikan tenaga kerja dan membuat sektor manufaktur menjadi tidak relevan lagi.

“Oleh karena itu, penting bagi pemangku kepentingan untuk tanggap dan fleksibel melihat perkembangan saat ini sehingga dapat merespons dengan cepat,” kata Cecilia.

Baca juga: Maju Bersama Menuju Indonesia Emas 2045