Pospapua.com
Peserta demo damai menari dan menyanyi di halaman Kantor Gubernur Papua usia melakukan aksi demo menolak kehadiran Jafar Umar Thalib di Papua. (Dharma Somba)
Nusantara

Masyarakat Tolak Kehadiran Jafar Umar Thalib di Papua

Oleh: Dharma Somba
Semua golongan di Papua sudah sepakat menjadikan Papua tanah  damai, sehingga semua kegiatan yang mengarah pada upaya merusak kedamaian itu ditolak.
Pospapua.com, Jayapura – Ratusan warga Papua dari berbagai golongan dan agama melakukan demonstrasi ke Kantor Gubernur di Dok II Jayapura, Senin (4/3) menolak kehadiran Jafar Umar Thalib di Papua.
Penolakan terhadap Jafar Umar Thalib dan pengikutnya terkait dengan dugaan aksi kriminal yang dilakukannya pada 27 Februari 2019 lalu yang merusak rumah dan properti warga di Koya Barat usai melakukan sholat subuh di Masjid yang berdekatan dengan rumah warga tersebut.
‘’Jafar Umar Thalib dan pengikutnya harus di proses hukum kita semua harus kawal proses hukum sampai tuntas,’’ tegas Taha Al Hamid, Tokoh Muslim Papua saat berorasi.
Menurut Taha, latar belakang Thalib serta ajarannya mengancam perdamaian di Papua. ‘’Semua rakyat Papua tidak ingin Papua seperti Ambon, Poso dan Sampit, maka itulah kita harus kawal proses hukumnya,’’ tegasnya.
Dalam demonstrasi damai tersebut, FKUB Provinsi Papua menyerahkan pernyataan sikap yang berisi 9 butir tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan diterima Sekda Hery Dosinaen.
Pernyataan sikap FKUB yang dibacakan Pendeta James Wambrauw salah satunya menolak dengan tegas kelompok radikal dan intoleransi agama atas nama agama pimpinan Jafar Umar Thalib, serta meminta pemerintah mengambil tindakan mengembalikan Jafar Umar Thalib dan pengikutnya ke daerah asalnya.
Hery Dosinaen yang menerima pernyataan sikap tersebut menegaskan, mendukung aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. ‘’Pada prinsipnya pemerintah Papua mendukung apa yang disampaikan perwakilan semua unsur termasuk unsur agama yang tergabung dalam FKUB. Artinya kita sudah bulat tolak Jafar Umar Thalib dan pengikutnya,’’ ujar Dosinaen.
Meskipun ada penolakan, Hery menghimbau seluruh masyarakat di Papua untuk tetap menjaga kedamaian tidak mudah terprovokasi dengan masalah ini, dan proses hukumnya diserahkan kepada penegak hukum.
‘’Yang jelas ini Papua tanah damai. Kita harus tetap bersatu dan menjaga toleransi, menjaga keberanekaragaman dan keharmonisan, jangan sampai ada pihak lain yang ingin memprovokasi keadaan, ataupun hal-hal yang menjadi tidak nyaman,’’ tegasnya.
Aksi demo damai diakhiri dengan menyanyi dan menari bersama di halaman Kantor Gubernur Papua. (NDS)

Baca Juga:

Dharma Wanita KPP Peduli Warga Korban Banjir Sentani

Nethy Dharma Somba

Kapal Strait Mas Sandar di Pelabuhan Jayapura, Stok Gas Aman

Nethy Dharma Somba

Gempabumi Tektonik 4,6 SR Guncang Jayapura, tidak Berpotensi Tsunami

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment