TEMPO.CODan Jakarta – Dalam Seminar Kepresidenan G20 Indonesia pada Rabu, 9 Maret, kepala ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Serhan Civic mendorong pemulihan sektor pariwisata untuk membantu mendukung ekonomi global setelah terpukul keras oleh pandemi COVID-19.
“Kenapa pariwisata? Civic mengatakan pada 9 Maret: orang antar tersebut.
Dia mencontohkan keterbatasan mobilitas selama pandemi sebagai aspek terpenting yang mempengaruhi bisnis hotel dan restoran, perdagangan ritel, dan transportasi. Ini adalah sektor-sektor yang menurut Civic berkontribusi signifikan terhadap PDB sebagian besar negara di negara-negara Asia-Pasifik dan Belahan Barat.
Misalnya, 80 persen pendapatan Maladewa, secara langsung dan tidak langsung, berasal dari pariwisata. Sementara China 60 persen, Kamboja 40 persen, Thailand 30 persen, dan Filipina 20 persen.
“Semua negara ini mewakili lebih dari 10% dari rata-rata global negara-negara yang bergantung pada pariwisata,” tambahnya. “Covid-19 benar-benar fenomena global yang menyebabkan penurunan perjalanan internasional.”
Baca: Bali dan dua gadis memulai pengalaman perjalanan bebas karantina mereka
Antara

Indah Permatasari adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Melalui liputan isu terkini, perkembangan penting, serta berbagai peristiwa yang relevan bagi masyarakat, Indah berupaya menghadirkan berita yang informatif, berimbang, dan bermanfaat untuk membantu pembaca memahami perkembangan terbaru di Indonesia maupun dunia.

More Stories
Indonesia Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan di Bintan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Indonesia Diproyeksikan Jadi Mitra Strategis Energi dan Mineral Korea Selatan
Kementerian: Kerja sama dan inovasi menjadi kunci pengembangan industri game