POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Insiden Government-19 di Indonesia meningkat tetapi menurun

Tingkat pemulihan Indonesia masih tiga persen lebih tinggi dari rata-rata dunia

Jakarta (Andara) – Meski pergerakan penduduk di Indonesia terus meningkat, juru bicara pemerintah Vic Adisasmito, yang menangani penyakit Kovit-19, menyebut tren penurunan jumlah kasus harian COVID-19 di Indonesia.

“Mobilitas masyarakat di Indonesia khususnya di sektor retail dan entertainment terus meningkat sejak Maret lalu, dan peningkatan ini belum diikuti dengan peningkatan kasus harian,” kata juru bicara dalam konferensi pers online di Jakarta, Rabu. Di hari Rabu.

Menurut Adisasmito, situasi tersebut mencerminkan fakta bahwa meskipun tingginya prevalensi migrasi manusia selama epidemi, penyebaran COVID-19 di masyarakat dapat diatasi.

Dia mencatat, berdasarkan data kasus COVID-19 secara nasional, situasi epidemi di Indonesia terus membaik dari sisi kasus aktif dan pemulihan.

“Angka kematian masih lebih tinggi dari rata-rata dunia, sedangkan kasus aktif dan angka kesembuhan (rata-rata) lebih baik dari dunia,” ujarnya.

Adisasmito mengatakan, berdasarkan data gugus tugas penanganan Covit-19, jumlah kasus aktif secara nasional pekan lalu turun menjadi 0,08, empat persen lebih rendah dari rata-rata global.

Hingga 15 Mei 2022, Indonesia memiliki 4.700 kasus aktif, turun dari 6.000 yang tercatat pada minggu sebelumnya pada 8 Mei 2022.

Sementara dari sisi pemulihan, jumlah ini juga meningkat pada pekan ini, sekitar 3.600 orang dilaporkan sembuh dari virus, dengan tingkat pemulihan 97,34 persen.

“Tingkat pemulihan Indonesia masih tiga persen lebih tinggi dari rata-rata dunia,” ujarnya.

Terkait angka kematian, Adisasmito mencatat jumlah dan angka kematian akan tetap sama dibandingkan 2,59 persen pada minggu sebelumnya.

Meski demikian, secara rata-rata, jumlah kematian yang tercatat setiap hari turun menjadi 13 dalam tiga bulan terakhir.

READ  Jakarta didenda Rp6,9 miliar karena melanggar protokol kesehatan

Kasus pertama Kovit-19 di Indonesia terkonfirmasi pada Maret 2020. Pada 18 Mei 2022, ada total 6.051.532 kasus Pemerintah-19, 5.891.190 pemulihan, dan 156.498 kematian di negara itu, menurut data dari Gugus Tugas Penanganan Pemerintah-19.

Berita Terkait: Pelonggaran aturan masker harus didukung dengan kewaspadaan: Kementerian
Berita Terkait: Perubahan Epidemi-Intemi Terjadi di Indonesia: Menteri Kesehatan
Berita Terkait: Kesehatan masyarakat harus diperhatikan karena aturan masker dilonggarkan: Wakil Gubernur