Ringkasan
Pemerintah Indonesia aktif mencari pasar alternatif ekspor udang menyusul adanya dugaan dumping di Amerika Serikat (AS). Menteri Kelautan dan Perikanan Shakti Wahu Trengono mengungkapkan rencana perluasan pasar udang di berbagai negara Asia, Afrika, dan Eropa. “Termasuk Timur Tengah, Eropa Timur, dan Afrika Selatan, berpotensi membuka pasar non-tradisional,” ujarnya, 22 Januari lalu.
Mengutip pertumbuhan signifikan yang terlihat di pasar udang Tiongkok dari tahun 2018 hingga 2022, Trengono melihat Tiongkok sebagai pasar alternatif yang menjanjikan bagi udang Indonesia. Meski mengalami pertumbuhan, pangsa pasar ekspor Indonesia ke Tiongkok hanya 1,8 persen pada periode tersebut. Trengono mengadvokasi peningkatan akses pasar, kerjasama dan partisipasi aktif di antara para petambak udang, pemasok, pengolah, asosiasi produsen dan konsumen seperti pelaku bisnis perhotelan, katering dan pemilik restoran. Ia menekankan pentingnya mengembangkan inovasi produk udang siap masak dan siap makan untuk memenuhi permintaan pasar. “Jangan lupakan pentingnya inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujarnya.

“Pembaca yang ramah. Penggemar bacon. Penulis. Twitter nerd pemenang penghargaan. Introvert. Ahli internet. Penggemar bir.”

More Stories
Kerentanan Kritis Next.js Buka Celah Pencurian Kredensial Cloud dan Akses Panel Admin
Reformasi PBB dan Peran Indonesia: Dorongan untuk Dampak Nyata di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut di Tengah Penyesuaian Fiskal