OpenAI resmi memperkenalkan perangkat keras pertamanya ke pasar. Namun, produk perdana perusahaan pengembang ChatGPT ini bukanlah perangkat AI futuristis yang selama ini ramai diperbincangkan, melainkan sebuah keyboard mini yang dirancang khusus untuk bekerja dengan agen AI pemrograman miliknya, Codex.
Perangkat tersebut merupakan hasil kolaborasi OpenAI dengan Work Louder, perusahaan yang dikenal memproduksi keyboard dan macro pad yang dapat diprogram. Produk ini dibanderol sekitar US$230 dan ditujukan untuk membantu pengguna mengelola berbagai tugas berbasis kecerdasan buatan secara lebih efisien.
Codex Micro, Pusat Kendali untuk Agen AI
Secara teknis, perangkat ini lebih tepat disebut sebagai macro pad yang dapat diprogram dibandingkan keyboard penuh. Produk tersebut memiliki nama resmi kbd-1.0-codex-micro, yang disingkat menjadi Codex Micro.
Dalam unggahan akun pengembang OpenAI di platform X, perusahaan menjelaskan bahwa pengguna dapat memetakan tombol dan joystick sesuai kebutuhan alur kerja mereka, sekaligus tetap memantau percakapan penting yang disematkan.
Halaman produk Codex Micro menggambarkannya sebagai sebuah “pusat kendali untuk pekerjaan berbasis agen AI” atau command center for agentic work.
Dilengkapi Tombol Mekanis dan Joystick
Codex Micro hadir dengan berbagai komponen yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna, khususnya para pengembang perangkat lunak dan profesional teknologi.
Perangkat ini memiliki:
- 13 sakelar mekanis (mechanical switches)
- Sensor sentuh
- Kenop putar (rotary dial)
- Joystick yang dapat diprogram
OpenAI dan Work Louder menyediakan dua pilihan varian, yakni versi tombol dengan suara klik yang khas (clicky) serta versi senyap (silent).
Pembeli juga akan mendapatkan satu set berisi 32 keycap ikon Codex yang dapat digunakan untuk menyesuaikan fungsi tombol sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.
Sistem Warna untuk Memantau Status Agen AI
Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah enam tombol bercahaya yang menampilkan status agen AI melalui warna berbeda.
Arti Warna pada Tombol
- Hijau: terdapat pesan yang belum dibaca
- Biru: agen AI sedang berpikir atau memproses tugas
- Oranye: agen membutuhkan persetujuan atau memiliki pertanyaan
- Merah: terjadi kesalahan atau error
Pendekatan visual ini memungkinkan pengguna memantau aktivitas agen AI secara cepat tanpa harus terus-menerus membuka aplikasi atau jendela percakapan.
Selain itu, joystick pada perangkat dapat diprogram untuk menjalankan berbagai alur kerja secara instan, seperti melakukan proses debugging saat terjadi kesalahan atau melakukan refactoring kode. Sementara itu, kenop putar berfungsi untuk mengatur tingkat penalaran atau reasoning yang digunakan Codex dalam menyelesaikan tugas tertentu.
Hadir di Tengah Spekulasi Perangkat AI Konsumen OpenAI
Peluncuran Codex Micro terjadi ketika perhatian publik juga tertuju pada proyek perangkat AI konsumen OpenAI yang telah lama menjadi bahan spekulasi.
Laporan Bloomberg yang mengutip sumber anonim menyebutkan bahwa OpenAI tengah mengembangkan perangkat pintar tanpa layar yang menyerupai speaker cerdas dan dapat bergerak secara mandiri. Produk tersebut dikabarkan dirancang sebagai pendamping AI yang mampu berinteraksi secara lebih alami dengan pengguna.
Perangkat itu disebut dapat memutar musik dan media lainnya, mengendalikan perangkat rumah pintar, menjawab pertanyaan, serta menjalankan berbagai tugas melalui ChatGPT. Produk tersebut dilaporkan berpotensi diumumkan sebelum akhir tahun dan mulai dipasarkan pada 2027.
Selain itu, OpenAI juga dikabarkan sedang mengeksplorasi pengembangan perangkat AI mobile terpisah.
Kolaborasi dengan Mantan Kepala Desain Apple
Sejumlah proyek perangkat keras OpenAI disebut dikembangkan bersama io Products, perusahaan rintisan perangkat keras yang didirikan oleh mantan Kepala Desain Apple, Jony Ive.
OpenAI mengakuisisi perusahaan tersebut tahun lalu dalam kesepakatan senilai sekitar US$6,5 miliar. Langkah ini memperkuat ambisi OpenAI untuk memperluas bisnisnya dari perangkat lunak AI menuju ekosistem perangkat keras yang lebih luas.
Ambisi Perangkat Keras OpenAI Hadapi Tantangan Hukum
Di tengah ekspansi tersebut, OpenAI juga menghadapi persoalan hukum yang berkaitan dengan pengembangan perangkat kerasnya.
Apple mengajukan gugatan ke pengadilan federal di California terhadap OpenAI dan dua mantan karyawan Apple. Dalam gugatan tersebut, perusahaan teknologi asal Cupertino itu menuduh adanya pencurian rahasia dagang yang berkaitan dengan proses manufaktur serta produk Apple yang masih dalam tahap pengembangan.
Perusahaan io Products turut disebut sebagai salah satu pihak tergugat dalam perkara tersebut.
Langkah Awal OpenAI di Dunia Perangkat Keras
Meski berbagai proyek perangkat AI masa depan masih menjadi sorotan, Codex Micro menjadi produk perangkat keras pertama yang resmi dipasarkan oleh OpenAI.
Bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman menggunakan perangkat fisik buatan OpenAI saat ini, keyboard mini tersebut menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia. Kehadirannya sekaligus menandai langkah awal OpenAI dalam membangun ekosistem perangkat keras yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.

Yoga Mahendra adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pelaporan yang informatif dan relevan, Yoga menghadirkan berita serta cerita yang dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca, sambil mengedepankan fakta dan konteks yang penting.

More Stories
Penyegaran Generasi Kedua Prosesor Komputasi Qualcomm Muncul dalam Peta Pengembangan Produsen Perangkat
Apple Umumkan macOS 27 Golden Gate dengan Kecerdasan Buatan Siri dan Tampilan Antarmuka Baru
Ulasan Amazfit T-Rex Ultra 2: Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai Panjang