POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh hampir lima kali lipat

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh hampir lima kali lipat

Pandemi juga telah mendorong orang untuk menghabiskan banyak uang atau meningkatkan konsumsi pada platform digital ini

Jakarta (Antara) – Head of Investments HSBC untuk Asia Tenggara James Chiu memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan tumbuh tiga hingga lima kali lipat dalam lima tahun ke depan, dengan nilai US$350 miliar.

“Tentu saja, semua startup teknologi akan mendapatkan keuntungan dari tren ini, karena Indonesia memiliki populasi yang besar, dengan pertumbuhan pendapatan per kapita yang terus berlanjut, dan demokrasi yang baik,” kata Chiu saat briefing online, Selasa.

Pertumbuhan ekonomi digital juga didorong oleh pandemi COVID-19. Untuk mengatasi pandemi, pemerintah membatasi pertemuan fisik masyarakat sehingga banyak kegiatan yang hampir dilakukan.

Berita terkait: RI-Jepang tingkatkan kerjasama di bidang otomotif dan industri digital

“Epidemi juga telah mendorong orang untuk menghabiskan banyak uang atau meningkatkan konsumsi pada platform digital ini,” kata Chiu.

Selain ekonomi digital, ekonomi diperkirakan tumbuh 5,1% YoY pada tahun 2022, sementara sektor ekonomi lainnya juga akan mendapat manfaat.

Dia mencatat, “Tidak dapat diabaikan bahwa ekonomi Indonesia terkait dengan konsumen, seperti investasi di bidang infrastruktur. Apalagi COVID-19 dapat ditangani.”

Oleh karena itu, Cheo percaya bahwa jika investor ingin berinvestasi di Indonesia, mereka juga dapat mempertimbangkan sektor selain sektor teknologi.

Namun, pertumbuhan Indonesia, sejalan dengan pertumbuhan perusahaan teknologi, diharapkan dapat mempercepat terciptanya ekosistem digital.

Berita terkait: PIDI 4.0: solusi komprehensif untuk adopsi digital

“Ada keyakinan bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami tren kenaikan, dan kami berharap dengan pertumbuhan perusahaan teknologi dan perubahan cara kerja masyarakat, kita dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru dengan ekonomi digital,” ujarnya.

Transformasi digital Indonesia fokus pada 10 sektor prioritas untuk mempercepat realisasi infrastruktur digital, pemerintahan, ekonomi dan masyarakat, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny J. Plait sebelumnya.

READ  Hari Kelapa Sedunia: Produk-produk bernilai tambah yang tidak terdiversifikasi menempatkan ekonomi kelapa ke dalam resesi | Hari Kelapa Sedunia | Hari Kelapa Sedunia 2021

Dia mencatat bahwa “sepuluh sektor tersebut adalah transportasi dan pariwisata digital, perdagangan digital, layanan keuangan digital, media dan hiburan digital, pertanian dan perikanan digital, real estat digital dan perkotaan, pendidikan digital, kesehatan digital, digitalisasi industri, dan digitalisasi pemerintah.”

Berita terkait: Kominfo dorong tiga strategi untuk menghadapi konten online negatif

Pemerintah telah menyusun Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 sebagai panduan strategis untuk memajukan transformasi digital negara, sebagaimana disampaikan dalam diskusi online tentang “Transaksi Aman di Era Digital” dan seperti dikutip dari siaran pers di sini, Kamis.

Pedoman tersebut memuat 100 inisiatif utama yang dilaksanakan bekerja sama dengan seluruh kementerian, lembaga pusat dan daerah, pelaku usaha dan masyarakat umum di Indonesia dalam sepuluh sektor prioritas.

Pandemi COVID-19 dan Revolusi Industri Keempat menjadi salah satu katalis yang mempercepat agenda transformasi digital.

Menurut Blight, “Momentum ini juga dapat mendorong transformasi ekonomi di tiga area fokus utama, yaitu orientasi ekonomi, khususnya di sektor digital, digitalisasi UMKM dan ekonomi hijau.”

Berita terkait: Seluruh Rakyat Indonesia Akan Dapatkan Booster COVID-19 Gratis: Widodo

Berita terkait: Ketua Program Pencegahan Stunting melewatkan acara token