POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Djokovic mengatakan Omigron tidak bisa dihindari

Jakarta. Presiden Joko Widodo mengatakan pada hari Kamis bahwa kedatangan varian Omigron tidak bisa dihindari karena sifatnya yang sangat meresap.

Komentarnya muncul setelah Menteri Kesehatan Pudi Gunadi Sadiq melaporkan bahwa petugas kebersihan di rumah sakit darurat Pemerintah 19 dan fasilitas isolasi di Jakarta dinyatakan positif Omigran.

Pekerja tersebut, yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri baru-baru ini, dipastikan memiliki virus seminggu yang lalu, tetapi butuh berhari-hari untuk urutan genetik untuk menentukan variasinya.

“Seperti yang dikatakan Menkes, varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia. Ini tidak bisa dihindari karena varian ini memiliki ciri khas yang sangat menular,” kata Presiden melalui akun YouTube resminya.

“Kita sekarang harus bekerja sama dengan lebih serius untuk mencegah penyebaran varian Omigron lebih lanjut di negara ini.”

Peningkatan kasus baru Covit-19 di negara yang berpenduduk 272 juta jiwa itu sebagian besar telah berkurang dalam dua bulan terakhir, dengan jumlah harian turun menjadi kurang dari 300. Jumlah total anggota aktif saat ini kurang dari 5.000.

Namun libur akhir tahun yang akan datang dan munculnya varian Omicron mendorong pemerintah untuk kembali memberlakukan pembatasan perjalanan dan sosial.

Pengunjung asing yang kembali dari perjalanan ke luar negeri dan warga negara Indonesia harus melakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari setelah kedatangan.

Omigron mengatakan pasien itu tidak menunjukkan gejala dan telah dinyatakan bersih dari virus melalui tes diagnostik baru-baru ini pada saat pengumuman, kata menteri kesehatan.

READ  Shri Mulyani memprediksi kenaikan anggaran kesehatan 2021 akan lebih dari Rp300tn