Pospapua.com
Rumah warga di Kampung Togonfo, Distrik Ismari, Sarmi Papua yang rusak akibat gempabumi tektonik M 6,2, Kamis (20/6) dinihari. (foto: sumber SAR Jayapura)
Headline

Delapan Rumah Rusak di Sarmi, Papua Akibat Gempa Bumi M6,3

Oleh : Hasibuan Aman |

Posppapua.com, Jayapura– Pasca Gempa Bumi berkuatan magnitudo 6,3 di Kabupaten Sarmi, Papua pada Kamis (20/6) kemarin, Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Jayapura menerima laporan adanya kerusakan rumah warga sebanyak 8 rumah di Kampung Togonfo, Distrik Ismari, Kabupaten Sarmi akibat gempa tersebut.

“Ya terkait dengan gempa bumi di Sarmi kemarin yang diinformasikan oleh BMKG setelah kami melakukan koordinasi dengan POS SAR Sarmi dan BPBD Papua, kami mendapat laporan ada 8 rumah yang mengalami kerusakan, namun korban jiwa tidak ada,” jelas Putu, Jumat (21/6).

Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Jayapura, Putu Agra Sujarwadi mengatakan, pihak SAR bersama BPBD hingga saat ini masih terus melakukan pendataan dilokasi kejadian. Laporan kerusakan rumah ini baru dapat diketahui setelah ada laporan dari  warga maupun petugas kami dilapangan.

“Alat komunikasi di lokasi kejadian tidak bisa. Jadi kita sulit mengakses komunikasi ke kampung tersebut,” katanya.

Warga di depan rumah yang roboh akibat gempa. (foto; sumber SAR Jayapura)

Putu menyebutkan informasi yang diterimanya hanya ada 8 rumah yang rusak akibat gempa yang terjadi dini hari pada Kamis (20/6), sekitar pukul 02.00 WIT dini hari. Sementara ada informasi yang beredar di media sosial adanya 25-30-an rumah yang rusak akibat gempa itu, masih dicari tahu kebenarannya.

“Saat ini tim yang tediri dari TNI-Polri, SAR, BPBD dan masyarakat setempat sedang menuju ke lokasi kejadian yang berjarak 3 jam dengan jalan darat,’’ ujar Putu.

Distrik Ismari merupakan distrik yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mamberamo Tengah. Untuk menembus distrik ini juga harus dilakukan dengan menyeberangi sungai. Distrik ini juga tak ada sinyal komunikasi. ’’Kami baru bisa mengetahui kebenaran dampak dari gempa kemarin, setelah tim kembali dari lokasi kejadian,’’ jelasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sarmi, Yan mengungkapkan, pihaknya bersama tim lainnya akan ke lokasi kejadian.

Rumah warga di Kampung Togonfo, Distrik Ismari, Sarmi Papua yang rusak akibat gempabumi tektonik M 6,2, Kamis (20/6) dinihari. (foto: sumber SAR Jayapura)

“Ada informasi yang mengatakan puluhan rumah rusak, tapi itu kami belum dapat informasi yang pasti. Kami akan ke lokasi dulu baru bisa mengetahui berapa sebenarnya jumlah rumah yang rusak akibat gempa itu,” jelas Yan.

Sebelumnya, Kamis (20/6) kemarin Kabupaten Sarmi diguncang gempa hingga tiga kali. Gempa bumi pertama terjadi pada pukul 02.00  WIT, dengan kekuatan magnitudo 6,3. Tak lama berselang gempa bumi terjadi dengan kekuatan magnitudo 4,9 dan gempa susulan ketiga berkekuatan magnitudo 4,4  terjadi sekitar pukul 11.59.34 WIT yang terjadi pada  koordinat 1.78 LS – 138.60 BT, tepatnya di darat pada jarak 18 KM arah Barat Laut Kabupaten Sarmi dengan kedalaman 15 km. (nds)

Baca Juga:

Pakar Psikologi: Hasil Quick Count Bisa Sebabkan Stress

Nethy Dharma Somba

Koordinator Demo Siap Ungkap Fakta Kerusuhan di Jayapura

Syaiful

Gubernur Papua Tuding Separatis Susupi Demo Anarkis di Jayapura

Syaiful

Leave a Comment