Sepotong sulaman rumit yang digunakan untuk mendesain gaun penobatan Ratu Elizabeth II akan dilelang. Kain yang menampilkan bunga nasional negara-negara Persemakmuran dalam warna lembut putih, merah muda, kuning dan hijau, diciptakan oleh desainer Norman Hartnell saat membuat gaun yang dikenakan oleh Yang Mulia pada bulan Juni 1953.
Dengan mawar Tudor di tengahnya, sulaman itu menampilkan bunga-bunga patriotik yang melengkung ke atas dengan motif yang anggun. Diantaranya adalah maple di Kanada, pakis Australia dan pakis Selandia Baru. Sulaman menampilkan campuran sutra, benang perak, dan berlian.
Desainnya adalah salah satu dari sejumlah sampel yang dibuat untuk mendiang Ratu, yang menginginkan gaunnya untuk menghormati negara yang dia layani. Karangan bunga yang luas dimasukkan ke dalam gaun penobatan terakhir yang dikenakan oleh Yang Mulia di Westminster Abbey pada tanggal 2 Juni 1953. Di tempat lain dalam gaun terakhir adalah onak Skotlandia, daun bawang dari Wales dan shamrock dari Irlandia.
Ratu Elizabeth II sangat terpikat dengan gaun yang terakhir sehingga dia memakainya enam kali lagi, termasuk di Pembukaan Parlemen di Selandia Baru dan Australia pada tahun 1954. Dia membuat gaun penobatan dan gaun pengantin.

Shafira Nadhira adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui liputan yang relevan dan berimbang, Shafira menghadirkan berita serta cerita yang dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca, baik di Papua maupun di tingkat nasional.

More Stories
Indonesia Siapkan Program Keselamatan Pariwisata 2026 untuk Tingkatkan Standar Destinasi
Trailer “Pinocchio Unstrung”: Boneka Kayu Berubah Jadi Pembunuh dalam Film Horor Terbaru
Selena Gomez mengatakan Chappelle Rowan adalah 'penggemar sehari-harinya'