POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Trailer “Pinocchio Unstrung”: Boneka Kayu Berubah Jadi Pembunuh dalam Film Horor Terbaru

Trailer “Pinocchio Unstrung”: Boneka Kayu Berubah Jadi Pembunuh dalam Film Horor Terbaru

Industri film horor kembali memanfaatkan karakter cerita anak-anak klasik sebagai bahan reinterpretasi ekstrem. Setelah kesuksesan mengejutkan film horor berbiaya rendah “Winnie-the-Pooh: Blood and Honey” pada 2024, tim kreatif yang sama kini merilis trailer “Pinocchio Unstrung,” sebuah versi gelap dari kisah boneka kayu legendaris yang populer di berbagai generasi, termasuk di Indonesia melalui buku cerita, serial televisi, hingga film animasi.

Film ini menghadirkan Pinocchio bukan sebagai tokoh polos yang ingin menjadi anak sungguhan, melainkan sosok brutal yang siap membunuh demi mewujudkan keinginannya tersebut.

Adaptasi Paling Kelam dari Kisah Pinocchio

Boneka Kayu yang Haus Organ Manusia

Dalam trailer “Pinocchio Unstrung,” ciptaan Geppetto yang diperankan Richard Brake digambarkan menemukan bahwa perbedaan antara boneka kayu dan manusia adalah “organ dan semacamnya.” Penemuan itu mendorongnya melakukan pembunuhan sadis untuk mendapatkan bagian tubuh manusia.

Adegan-adegan trailer menampilkan Pinocchio menggunakan hidung kayunya yang tajam untuk menusuk kaki seorang perempuan, merobek kulit wajah seorang pria, serta mengambil organ tubuh korbannya.

Sepanjang aksinya, Pinocchio dipengaruhi oleh sosok Jiminy Cricket versi jahat, yang disuarakan Robert Englund, aktor yang dikenal luas sebagai Freddy Krueger dalam franchise horor “A Nightmare on Elm Street.”

“Sedikit demi sedikit, kita akan mengambil semua yang kamu butuhkan untuk menjadi nyata,” ujar karakter tersebut dalam trailer.

Pendekatan ini jauh lebih ekstrem dibandingkan adaptasi Pinocchio sebelumnya, termasuk versi Guillermo del Toro yang sempat dianggap lebih gelap dari film anak-anak pada umumnya.

Tim di Balik Kesuksesan “Blood and Honey”

Sutradara dan Produksi

“Pinocchio Unstrung” disutradarai Rhys Frake-Waterfield dan diproduseri Scott Jeffrey melalui rumah produksi Jagged Edge Productions.

Keduanya sebelumnya sukses mencuri perhatian publik lewat “Winnie-the-Pooh: Blood and Honey,” film horor independen yang viral dan meraih keuntungan besar meski dibuat dengan anggaran minim.

Selain Richard Brake dan Robert Englund, film ini juga dibintangi Cameron Bell, Jessica Balmer, Jack Art Gray, dan Peter De Souza-Feighoney.

Efek animatronik praktis dikerjakan oleh Todd Masters, pemenang Emmy, untuk menciptakan karakter Pinocchio yang terasa nyata secara fisik, bukan sekadar efek digital.

“Kami membangun Pinocchio menggunakan animatronik praktis sepenuhnya karena saya ingin dia terasa nyata,” kata Frake-Waterfield.

Ia menambahkan film ini merupakan kisah coming-of-age yang dipelintir secara gelap dari sudut pandang boneka tersebut.

“Ini adalah kisah tentang ciptaan yang berjuang mendapatkan otonomi, sambil dimanipulasi oleh kekuatan jahat di sekitarnya, mulai dari Jiminy Cricket versi Robert Englund hingga Geppetto yang obsesif,” ujarnya.

Bagian dari “Twisted Childhood Universe”

Jagat Film Horor dari Dongeng Anak

“Pinocchio Unstrung” menjadi bagian terbaru dari Twisted Childhood Universe, sebuah jagat film horor beranggaran rendah yang mengubah karakter dongeng anak-anak menjadi sosok mengerikan.

Franchise ini saat ini mencakup:

  • “Winnie-the-Pooh: Blood and Honey” dan sekuelnya

  • “Bambi: The Reckoning”

  • “Peter Pan’s Neverland Nightmare”

Selain itu, film crossover berjudul “Poohniverse Monsters Assemble” sedang dikembangkan. Film ini akan mempertemukan berbagai karakter tersebut dalam satu cerita, mirip konsep film “Avengers,” tetapi dengan pendekatan horor berdarah.

Film “Blood and Honey” ketiga juga dijadwalkan segera memasuki tahap produksi.

“Kami terus mengembangkan Twisted Childhood Universe dengan arah yang lebih gelap dan ambisius,” kata Frake-Waterfield.

Jadwal Tayang dan Distribusi

Distribusi film ditangani ITN Distribution, dengan jadwal rilis bioskop global yang masih dalam tahap penentuan.

Premiere Entertainment Group bertanggung jawab atas penjualan internasional film ini.

Fenomena Baru di Industri Film Horor

Tren mengubah karakter dongeng klasik menjadi film horor semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah sejumlah karakter memasuki domain publik dan bebas diadaptasi.

Bagi penonton yang tumbuh dengan kisah Pinocchio sebagai cerita moral tentang kejujuran, versi terbaru ini menawarkan pengalaman yang jauh berbeda—lebih brutal, gelap, dan ditujukan khusus bagi penonton dewasa.

Pada akhirnya, “Pinocchio Unstrung” menegaskan tren baru dalam industri film horor: memanfaatkan nostalgia masa kecil untuk menghadirkan teror dengan perspektif yang sama sekali baru.