POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Asosiasi Batubara menyerukan harga batubara yang lebih tinggi

TEMPO.CODan JakartaAsosiasi Pemasok Batubara dan Energi Indonesia (Aspebindo) memperkirakan dalam diskusi Rabu, harga batu bara di pasar internasional akan tetap tinggi karena ketidaksesuaian antara permintaan yang tinggi dan pasokan yang rendah.

Wakil Sekjen Aspebindo Bhirawa Wicaksana menilai kondisi ini erat kaitannya dengan krisis energi Eropa yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama. Apalagi setelah konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

“Mengharapkan [coal prices] kata Bhairawa dalam diskusi DMO BLU Batubara di Jakarta, Rabu, 24 Agustus.

Invasi Rusia ke Ukraina membuat harga komoditas melonjak karena perusahaan Rusia yang memasok Eropa dengan energi dalam bentuk gas alam terputus. Beberapa negara yang telah kehilangan sumber pasokannya kini mencari sumber pasokan lain.

Pada akhirnya, Eropa yang kami anggap memiliki energi hijau terpuji telah kembali ke batu bara. Di mana mencari persediaan, Rusia tidak bisa. Pada akhirnya, ini menyebabkan permintaan yang tinggi.”

Dia juga mengutip ketegangan yang sedang berlangsung antara China dan Australia sebagai kontributor terganggunya rantai pasokan batubara global. Akibatnya, China dikabarkan harus mencari negara lain untuk mendapatkan batu bara.

China dan Australia masih dalam konflik. Australia dulu mengekspor ke China. “Hal ini menyebabkan permintaan batu bara meningkat, meski secara indeks turun,” kata wakil sekretaris Gabungan Pemasok Batubara.

Arigal Rachman | Bisnis

klik disini Untuk mendapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News

READ  Xi, Putin ingin menantang tatanan dunia di KTT regional - Naharnet