POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

24 orang asing dikirim ke rumah tahanan imigrasi karena overstay di Bali

Tempo.co, JakartaPERMUKIMAN BALI 24 Dikirim Orang asing Ia kedapatan overstay di rumah tahanan imigrasi pada akhir Mei lalu. “Itu tempat penampungan sementara sampai mereka punya uang untuk pulang,” kata Putu Suhendra, Kepala Bagian IT Departemen Imigrasi Bali saat dihubungi. Tempo Melalui telepon, Senin 3 Juni 2024.

Orang asing tersebut telah tinggal di Indonesia selama lebih dari enam puluh hari, kata Putu. Dia menjelaskan, petugas imigrasi sedang menyelidiki apakah mereka melanggar izin tinggal atau melakukan pelanggaran lainnya.

Penangkapan mereka dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat mengenai adanya orang asing yang melakukan penipuan melebihi masa tinggalnya. Dia mengatakan bahwa kami sedang menyelidiki penipuan tersebut. Setelah menerima laporan tersebut, Badan Penyidikan dan Penindakan Imigrasi Ngurah Rai berpatroli di kawasan Kuda pada Selasa 28 Mei 2024, kata Putu.

Dari 24 orang asing yang ditangkap, 22 orang berasal dari Nigeria, satu orang dari Tanzania, dan satu orang dari Ghana. Semuanya laki-laki dan sembilan orang tidak memiliki paspor.

Meningkatnya kehadiran orang asing di Indonesia bukanlah fenomena baru. Berdasarkan data Direktorat Imigrasi, terdapat 620 WNA yang dideportasi selama Januari-Maret 2023 saja. Mereka diusir dari Indonesia karena sejumlah alasan, antara lain masalah visa dan izin tinggal, overstay, mengganggu ketertiban umum, dan melanggar peraturan hukum yang ada.

Dikutip Antara, dalam satu tahun pada tahun 2023, Bali mendeportasi 340 orang asing, naik dari 188 deportasi pada tahun sebelumnya. Tidak jarang orang asing yang ditahan ini diadili atas tuduhan pidana selain masa tinggal mereka yang melebihi masa tinggal.

Jihan Ristyanthi

Seleksi Guru: Indonesia mencatatkan jumlah kunjungan wisman tertinggi dalam empat tahun terakhir

READ  Sandiaga Uno mengingatkan EO tentang crowd control untuk menghindari tragedi seperti Itaewon, festival Bertendang Bergoyang

klik disini melakukan mendapatkan Update berita terkini Tempo di Google News