POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Tingkat peringatan Gunung Marabi telah diturunkan, namun risiko banjir lahar tetap ada

Tempo.co, JakartaSurvei Geologi menurunkan peringkat Gunung Marabi di Sumbar dari Kategori III (Siaka) menjadi Kategori II (Waspada) pada Senin sore, 1 Juli. Hasilnya mencerminkan pola erupsi yang berfluktuasi yang diamati oleh badan tersebut selama seminggu terakhir.

Aktivitas vulkanik terbaru yang dicatat badan tersebut pada pekan lalu atau 23-30 Juni mencakup periode ketika kawah terlihat jelas dan periode lainnya tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih hingga abu-abu, intensitasnya tipis atau tebal, mencapai ketinggian 100-300 meter di atas puncak.

Sementara itu, gempa bumi badai mendominasi aktivitas seismik, dan hanya sedikit gempa bumi terkait letusan yang terdeteksi. Gempa bumi permukaan juga relatif jarang terjadi dalam dua minggu terakhir.

Data satelit menunjukkan bahwa emisi gas SO2 gunung berapi tersebut terus menurun ke tingkat yang rendah (kurang dari 300 ton per hari) sejak awal Mei, yang menunjukkan bahwa pasokan magma dari kawah tersebut melambat.

Meski demikian, Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menegaskan letusan masih bisa terjadi karena gunung berapi tersebut mengeluarkan sisa energinya. Letusan apa pun kemungkinan besar terjadi dalam skala kecil, dengan potensi bahaya terbatas pada radius 3 kilometer dari kawah.

“Sebaran abu peledak mungkin bergantung pada arah dan kecepatan angin. Namun, ada kemungkinan bahan peledak atau abu yang jatuh masih menjadi vulkanik jika bercampur dengan air hujan,” kata Wafit dalam keterangannya yang diperoleh Tempo.

Meskipun tingkat kewaspadaan telah diturunkan, aliran lava dan gas vulkanik berbahaya (CO2, CO, SO2 dan H2S) tetap ada di dekat kawah.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang berasal dari Gunung Marabi harus waspada, karena banjir lahar bisa saja terjadi saat musim hujan,” tegas Wafid. Survei Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah.

READ  Diperlukan kolaborasi untuk menjamin pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas: KND

Alif Ilham Fajryadi

Seleksi Guru: Gunung Levodopi Laki-Laki meletus selama 10 menit dan memuntahkan abu vulkanik ke arah barat

klik disini Dapatkan update berita terkini dari Tempo di Google News