POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Grab “lights up” Kupang and Jayapura, UI study reveals

Tangkap Kupang dan Jayapura ‘menyala’, ungkap studi UI – Tech

Sheena Superman (Jakarta Post)

Jakarta
Jumat 26 November 2021

2021-11-26
10:59
1
7aef0dba57bd6534dccb3dcb6a047e59
4
Teknik
Ambil sepedanya
Gratis

Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan oleh Lembaga Penelitian Sosial dan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan bahwa kehadiran Grab telah mendongkrak aktivitas ekonomi di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Jayapura, Papua. manfaat teknologi digital bagi daerah.

Penelitian ini mempelajari kecerahan pencahayaan malam di Kupang dan Jayapura, dan menemukan bahwa tingkat kecerahan area yang lebih kecil di Kupang dan Jayapura dua kali lipat jika dibandingkan dengan bagian lain di Indonesia. Kehadiran transportasi dan layanan pengiriman yang nyaman memudahkan transportasi orang dan barang, yang meningkatkan aktivitas ekonomi bahkan pada malam hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hatta menyatakan, teknologi digital telah menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi. “Kehadiran Grab penting dalam mempertajam adopsi teknologi di Kupang dan Jayapura. Perluasan digitalisasi, terutama di masa pandemi, akan mengarah pada penciptaan nilai ekonomi, yang tentunya akan berdampak positif jangka panjang bagi ekonomi digital tanah air,” dia menambahkan.

Lonjakan aktivitas ekonomi telah menciptakan peluang pendapatan baru di Kupang dan Jayapura, khususnya bagi mitra pengemudi dan dealer Grab. Riset LPEM FEB UI menemukan bahwa 30 persen GrabFood dan 50 persen mitra bisnis GrabKios di Kupang dan Jayapura antara 2019 dan 2021 adalah bisnis baru, artinya Grab membantu menciptakan ratusan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru.

Kehadiran Grab di Jayapura dimulai dengan peluncuran GrabKios pada tahun 2017, diikuti oleh GrabBike dan GrabCar. Saat ini, layanan Jayapura meliputi GrabExpress dan GrabFood. Sementara itu, Grab masuk ke Kupang pada 2018 dan sejak itu telah menyediakan GrabFood, GrabKios dan GrabMart, beserta layanan transportasi.

READ  Turis Rusia di Indonesia Tanpa Uang Karena Sanksi

Penelitian juga mengungkapkan bahwa mitra pengemudi bergabung dengan Grab karena faktor pendukung seperti fleksibilitas bisnis. Penggunaan teknologi ini, diperkuat dengan pelatihan keterampilan digital yang disediakan Grab, mendorong inklusi digital. Data penelitian menunjukkan bahwa penggunaan internet dan smartphone di antara mitra dagang di Kupang dan Jayapura telah mencapai 100 persen, dua kali lipat dari rata-rata populasi di wilayah tersebut di atas. Selain itu, tujuh dari 10 mitra pengemudi lebih banyak menggunakan teknologi ini dibandingkan dengan pengemudi yang tidak menggunakan Grab.

Inklusi keuangan yang lebih besar berjalan seiring dengan inklusi digital, mengingat aplikasi Grab terintegrasi penuh dengan layanan keuangan. Penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan e-wallet di antara mitra merchant adalah 87 poin persentase lebih tinggi dibandingkan dengan merchant non-Grab. Selanjutnya, 50 persen mitra dagang menyebut Grab sebagai alasan mereka memiliki akun keuangan digital.

Selain itu, penelitian menunjukkan peningkatan penggunaan produk dan layanan keuangan yang lebih canggih. Mitra pengemudi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk membeli produk asuransi dan investasi, dengan sekitar 60 persen mitra pengemudi memanfaatkan produk asuransi kesehatan yang difasilitasi Grab untuk melindungi diri dan keluarga mereka.

“Temuan penelitian LPEM FEB UI mencerminkan komitmen kuat Grab untuk Indonesia. General Manager Grab Indonesia, Nining Guinadi, mengatakan temuan Grab telah mendorong perekonomian di Jayapura dan Kupang mendorong kami untuk terus memimpin dalam solusi digital yang akan mempercepat ekonomi digital, positioning kami sebagai platform terpercaya untuk Indonesia.

Riset tersebut juga menyatakan bahwa keragaman fitur dan kebijakan keselamatan, termasuk pusat keamanan dan anonimisasi nomor telepon, mendorong pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman baik bagi mitra pengemudi maupun pelanggan.

READ  Brexit memprediksi kesepakatan perdagangan dengan 'lima ekonomi terbesar dunia pada tahun 2040' | Politik | Berita

Ke depan, penelitian ini dapat membantu merancang kebijakan yang komprehensif yang akan meningkatkan manfaat teknologi bagi Kupang dan Jayapura, kata Presiden Kelompok Riset Ekonomi Digital LPEM FEB UI Chaikal Nuryakin. “Kami melihat masih ada ruang untuk pelatihan keterampilan digital bagi mitra pengemudi dan dealer. Dengan pemahaman teknologi yang lebih dalam, mereka dapat meningkatkan solusi teknologi yang ada untuk lebih meningkatkan kesejahteraan mereka.”