POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Seri Seminar Hutan Hujan #2: Hutan, Keanekaragaman Hayati, Agenda Nasional dan Mega Proyek di Kalimantan

Indonesia mengumumkan komitmennya terhadap mitigasi perubahan iklim pada tahun 2021 melalui Nationally Determined Contribution (NDC). Untuk meningkatkan ambisinya, pemerintah Indonesia telah mengintegrasikan isu-isu lain seperti keanekaragaman hayati dan konservasi hutan ke dalam strategi jangka panjangnya untuk ketahanan rendah karbon dan iklim. 2050 (LTS-LCCR 2050). Namun negara ini masih belajar untuk menemukan keseimbangan antara mendukung pembangunan ekonomi sambil melestarikan hutan dan kearifan lokalnya.

Sebagai negara berpenghasilan menengah, prioritas Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi dan agenda nasional serta penguatan ketahanan melalui pelaksanaan mega proyek. Namun, agenda ini telah menunjukkan dampak sosio-ekologis yang tidak diinginkan dan merugikan terhadap hutan dan masyarakatnya di wilayah Kalimantan, Indonesia.

Di kancah global, Kalimantan dikenal dengan keanekaragaman hayatinya. Sebagai pulau terbesar di Asia, Kalimantan memiliki kekayaan flora dan fauna. Borneo telah lama terdaftar sebagai sisi Asia dari Garis Wallace dan sebagai Heart of Borneo (HoB), upaya tripartit oleh Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk melindungi hutan yang mencakup 40-50% flora dan faunanya. Dunia

Pulitzer Center, melalui karya para penerima hibahnya, telah mendukung kisah-kisah penting tentang penyebab deforestasi di Kalimantan. Pekerjaan ini termasuk laporan investigasi tentang kebun makanan (Lumbang Bangan) dan publikasi visual yang menarik tentang dampak Proyek PLTA Kayan. Melalui sesi ini, para pembicara akan berbagi laporan mendalam mereka, mengambil pandangan kritis tentang hilangnya hutan, dan berbagi ekologi politik dari perspektif yang lebih luas.

Acara langsung ini gratis untuk umum.

Pembicara meliputi:

Dr.Ira. H. Chandradevana Boyer Anggota fakultas yang mengkhususkan diri dalam Kehutanan di Universitas Mulawarman, Samarinda.

Granthi Paramita Dia adalah Koordinator Pendidikan Asia Tenggara di Pulitzer Center. Dia memimpin SEA Journalist-Scientist Rainforest Center, yang menghubungkan para peneliti dengan jurnalis yang berfokus pada isu-isu hutan hujan.

READ  Pada pertemuan di Bali, Menlu Sitharaman menggarisbawahi bahwa G20 perlu meningkatkan efektivitas kerangka kerja bersama

Ressa Aji Pratama Fund Grandi adalah majalah hutan hujan berdasarkan Katadata.

Bhagja Hidayat Rekan Jaringan Investigasi Hutan Hujan di Tempo.

Acara akan diadakan Dr. Amy PurvanthiS. Topi., M S.I.