POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Presiden Atletik Dunia Lamine Diack meninggal pada usia 88 | Lamine Diack

Lamine Diack, mantan kepala Dewan Atletik Dunia yang dihukum karena korupsi tahun lalu, meninggal di rumahnya di Senegal pada hari Jumat dalam usia 88 tahun.

Diack memimpin Asosiasi Internasional saat itu atletik IAAF dari 1999 hingga 2015, di mana ia kemudian dihukum karena menjalankan liga yang ditutup-tutupi doping Rusia untuk suap jutaan dolar.

Pengadilan Prancis menjatuhkan hukuman empat tahun penjara, dua di antaranya ditangguhkan, pada tahun 2020, tetapi dia tidak pernah dipenjara. Dia tetap dalam tahanan rumah dan kemudian dibebaskan dengan jaminan. Pada bulan Mei, Diack kembali ke negara asalnya Senegal setelah klub sepak bola lokal berjanji untuk membiarkan dia pergi.

“Dia meninggal di rumahnya sekitar jam 2 pagi, karena kematian yang wajar,” kata putranya, Papa Massata Diak, kepada Reuters.

Pengacara ayah Diack mengatakan sebelumnya bahwa kesehatannya buruk dan akan mati jika dikirim ke penjara.

Papa Massata Diack, yang merupakan konsultan pemasaran untuk IAAF, juga dihukum dan dijatuhi hukuman lima tahun in absentia saat berada di Senegal. Hakim mengatakan $15 juta telah ditransfer ke perusahaan Diack yang lebih kecil dari beberapa kontrak yang dinegosiasikan oleh IAAF ketika ayahnya bertanggung jawab. Papa Massata Diack membantah semua tuduhan terhadapnya.

READ  Inggris Destroyer Six beralih ke Black Fern Challenge di Piala Dunia | Kejuaraan Enam Negara Putri