Ketika beroperasi penuh, kedua perusahaan mengatakan produksi vaksin tahunan akan melebihi 100 juta dosis, yang akan didistribusikan secara eksklusif di negara-negara Afrika.
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan mereka telah menandatangani letter of intent dengan Institut Biovac Cape Town untuk mentransfer teknologi, memasang peralatan dan mengembangkan kapasitas produksi. Bahan baku vaksin akan diangkut dari Eropa dan dosis pertama akan diproduksi pada 2022.

Indah Permatasari adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Melalui liputan isu terkini, perkembangan penting, serta berbagai peristiwa yang relevan bagi masyarakat, Indah berupaya menghadirkan berita yang informatif, berimbang, dan bermanfaat untuk membantu pembaca memahami perkembangan terbaru di Indonesia maupun dunia.

More Stories
Teleskop James Webb Temukan “Angin Pembunuh Galaksi” di Awal Alam Semesta, Bisa Jadi Gambaran Masa Depan Bima Sakti
Badan Antariksa Amerika Serikat Umumkan Awak Misi Kembali ke Bulan
Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping? Jejak Evolusi Sejak 200 Juta Tahun Lalu