POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Pertumbuhan Ekonomi dan Tantangan Hukum di Indonesia: Peninjauan Lebih Dalam

Pertumbuhan Ekonomi dan Tantangan Hukum di Indonesia: Peninjauan Lebih Dalam

Lanskap perekonomian Indonesia sedang mengalami transformasi, dengan PDB yang melampaui 1 triliun USD dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5% memperkuat posisinya sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Meskipun perekonomian global terdampak oleh dampak dari gejolak pasar internasional, Indonesia berhasil menunjukkan hal yang mengesankan. Investasi sebesar USD 24 miliar pada kuartal ketiga tahun 2023 saja mewakili peningkatan sebesar 7%. Munculnya Penanaman Modal Asing Langsung (FDI) US$4,7 miliar pada bulan September 2023 menegaskan kepercayaan internasional terhadap pasar Indonesia, dengan Tiongkok muncul sebagai investor terbesar kedua.

Lanskap hukum Indonesia

Meskipun prospek perekonomian Indonesia terus berkembang, sistem hukum negaralah yang berperan sebagai tulang punggung yang memandu jalur perekonomiannya. Mediasi, yang merupakan landasan sistem peradilan Indonesia, berfungsi sebagai norma dan persyaratan hukum yang diterima secara budaya dalam peradilan perdata. Meskipun ada tujuh badan arbitrase yang diakui, arbitrase masih merupakan tantangan karena kurangnya keselarasan dengan Model Hukum UNCITRAL dan masalah penegakan hukum.

Memahami sistem hukum

Sistem hukum di Indonesia merupakan sistem tiga tingkat yang terdiri dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung. Namun, jalan menuju penegakan hukum masih panjang dan berliku, dengan proses litigasi yang panjang yang melibatkan banding dan tuntutan hukum yang dapat memakan waktu bertahun-tahun. Hal ini menekankan perlunya perencanaan hukum strategis bagi bisnis yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Peluang ekonomi dan tantangan hukum

Presentasi oleh Michael Rago dari Kantor Hukum Deheng menyoroti peluang ekonomi dan tantangan sistem hukum Indonesia. Meskipun terjadi sedikit penurunan pada kuartal keempat tahun 2023, perekonomian secara keseluruhan tumbuh sebesar 5,05% year-on-year. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor usaha pengangkutan dan pergudangan sebesar 13,96%.

READ  Pemerintah telah menyiapkan 60.000 sistem ASN untuk kementerian di IKN

Prakiraan Bank Indonesia terhadap perekonomian nasional menunjukkan gambaran yang menjanjikan, dengan pertumbuhan diperkirakan berada pada kisaran 4,7% – 5,5%, didorong oleh permintaan domestik, pertumbuhan konsumsi, dan peningkatan investasi. Namun, kinerja ekspor masih menjadi perhatian akibat dampak fluktuasi perekonomian global dan penurunan harga komoditas.

Ketika negara ini bergerak menuju tahun 2024, para ahli memperkirakan bahwa konsumsi domestik akan terus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Hal ini, ditambah dengan efek riak dari tiga pemilu mendatang, diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 4,5% dan 5%.

Sorotan utama kemajuan perekonomian Indonesia adalah penyelesaian 190 Rencana Strategis Nasional (PSN) senilai Rp 1.515 triliun atau US$95,8 triliun. Proyek-proyek infrastruktur tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan 2,71 juta tenaga kerja langsung dan diperkirakan akan meningkatkan skor infrastruktur menjadi 70 persen pada tahun 2045.

Seiring dengan terus bergeraknya perekonomian Indonesia, hal ini menjadi bukti ketahanan, pertumbuhan, dan potensi pasar negara berkembang. Ini adalah sebuah perjalanan yang ditandai dengan kemakmuran ekonomi dan komplikasi hukum, sebuah perjalanan yang akan membentuk masa depan Asia Tenggara.