POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Pemerintah Minta Lansia Tidak Keluar Rumah Saat Puncak Omicron Menjangkau

Pemerintah Minta Lansia Tidak Keluar Rumah Saat Puncak Omicron Menjangkau

Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat Indonesia yang berusia 60 tahun ke atas untuk tidak keluar rumah selama satu bulan ke depan untuk menghindari penyakit parah atau kematian akibat Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron yang menyebar di berbagai titik. kecepatan sangat tinggi dan diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam tiga atau empat minggu.

“Saya menyarankan untuk dua minggu hingga satu bulan ke depan, orang-orang berusia 60 tahun ke atas, untuk lebih baik tinggal di rumah untuk sementara waktu,” kata Luhut dalam pertemuan virtual, bagian dari perayaan ulang tahun ke-96 Nahdlathul Ulama, Sabtu.

Ormas Islam terbesar itu merayakan hari jadinya dengan rangkaian acara di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu dan Minggu.

Luhut, 74, mengatakan kebanyakan orang yang terinfeksi varian Omicron sering jatuh sakit hanya dalam waktu yang lebih singkat dengan gejala yang lebih ringan daripada varian Delta. Tapi, untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas, tidak divaksinasi, dan memiliki penyakit penyerta, varian terbaru tetap sama mematikannya dengan pendahulunya, katanya.

“Berdasarkan data, sebagian besar dari mereka yang meninggal [from Omicron] sudah lanjut usia, memiliki penyakit penyerta, dan belum pernah divaksinasi,” kata Luhut.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 5,7 juta orang berusia 60 tahun belum menerima dosis vaksin apa pun hingga Sabtu.

Ada sekitar 21,5 juta orang lanjut usia di negara ini. Dari jumlah itu, hanya 15,6 juta atau 73 persen orang berusia 60 tahun ke atas yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Lebih dari 10,5 juta (49 persen) sudah menerima dosis kedua, tetapi hanya 863.000 yang telah mengambil dosis ketiga, data menunjukkan.

READ  Sertifikat Vaksinasi, hasil PCR diperlukan untuk pelancong udara Jawa-Bali

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tingkat penularan varian Omikron Covid-19 sangat tinggi, diperkirakan puncak varian akan terjadi pada akhir Februari 2022.

“Kita masih belum tahu berapa tinggi puncaknya di Indonesia yang kita perkirakan akan terjadi pada akhir Februari. Tapi kita amati di negara lain bisa sampai 3 kali sampai 6 kali dari puncak delta. ., yang di Indonesia lebih dari 57.000 kasus baru per hari,” kata Budi.

“Kita harus siap, hati-hati dan waspada, dan tidak perlu kaget,” katanya.

Indonesia melaporkan 33.729 kasus baru pada hari Sabtu, penghitungan harian tertinggi sejak September. Jumlah kematian harian juga meningkat menjadi 44, empat kali lipat dari seminggu yang lalu. Negara ini sekarang memiliki hampir 165.500 kasus aktif, dengan gabungan Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Bali menyumbang 85 persen dari kasus aktif.